Jakarta –

Read More : CEO: Hari yang Sulit untuk Air India

Athena di Yunani sedang mengalami fenomena aneh. Langit berwarna jingga dan di atasnya terbentang pasir Sahara yang luas.

Seperti diberitakan BBC, Kamis (25/4/2024), kabut oranye tebal turun dari Athena. Kemudian awan debu berhembus dari Sahara.

Ini merupakan salah satu serangan terburuk terhadap Yunani sejak tahun 2018. Yunani dilanda awan serupa pada akhir Maret dan awal April, juga meliputi wilayah Swiss dan Prancis selatan.

Badan Meteorologi Yunani mengatakan langit diperkirakan cerah pada hari Rabu.

Kualitas udara memburuk di banyak wilayah di negara ini. Dan pada Rabu pagi, Acropolis di Athena sudah tidak terlihat lagi karena debu. Awan mencapai utara hingga Thessaloniki.

Warga Yunani yang memiliki masalah pernafasan didesak untuk membatasi waktu di luar ruangan, memakai masker pelindung dan menghindari olahraga sampai awan debu bersih.

Sahara mengeluarkan 60 hingga 200 juta ton debu mineral setiap tahunnya. Sebagian besar debu mengendap dengan sangat cepat di Bumi, namun beberapa partikel kecil dapat menempuh jarak yang jauh, terkadang sampai ke Eropa.

Iklim, terutama di bagian selatan Yunani, menjadi lebih hangat akibat kombinasi debu dan suhu tinggi. Ahli meteorologi Kostas Laguvardos membandingkan pemandangan dari stasiun meteorologi dengan Mars.

Pada hari Selasa, pemadam kebakaran melaporkan 25 kebakaran dalam 24 jam terakhir. Menurut laporan lokal, kebakaran terjadi di dekat pangkalan angkatan laut di pulau Kreta, di mana suhu naik di atas 30 derajat Celcius dan sebuah rumah serta taman kanak-kanak dievakuasi. Tonton video “Langit Yunani berubah menjadi oranye karena debu Sahara” (msl/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *