Jakarta –

Read More : Inzaghi Merasa Inter Tak Akan Mudah Pertahankan Gelar Sudetto

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan Indonesia pada Juni 2024 sebesar US$2,39 miliar. Surplus perdagangan terjadi karena nilai ekspor lebih besar dibandingkan nilai impor. Hal ini juga menyebabkan neraca perdagangan Indonesia tetap surplus selama 50 bulan berturut-turut.

Nilai ekspor Indonesia pada Mei sebesar US$20,84 miliar, turun 6,65% dibandingkan Mei 2024. Sedangkan nilai impor Indonesia pada Juni 2024 sebesar US$18,45 miliar, turun 4,89% dibandingkan Mei 2024.

“Pada Juni 2024, ekspor mencapai $20,84 miliar, turun 6,65% dari Mei 2024. Ekspor migas sebesar $1,23 miliar, turun 13,24%. Ekspor nonmigas juga turun 6,20% senilai $196,1 miliar,” kata Plt BPS. kata Kepala Amalia Adininggar Widyasanti saat jumpa pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2024).

Amalia menjelaskan, impor migas sebesar US$3,27 miliar, meningkat secara year-on-month sebesar 19,01%. Sementara itu, impor nonmigas sebesar US$15,18 miliar, turun 8,83% secara bulanan.

Penyebab penurunan nilai impor secara bulanan adalah penurunan nilai impor di luar minyak dan gas bumi yang turun sebesar 7,58%. Secara tahunan, impor meningkat sebesar 7,58% pada Juni 2024, dimana impor migas dan nonmigas masing-masing meningkat sebesar 47,17% dan 1,69%.

“Pertumbuhan impor migas yang signifikan didorong oleh peningkatan impor minyak mentah dan impor produk minyak bumi,” tutupnya.

Saksikan juga video “Kampanye IHSG Awal Minggu Kedua Ramadhan”:

(dasi/dasi kupu-kupu)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *