Jakarta –
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam membangun kapal perang untuk Angkatan Laut Uni Emirat Arab (UEA). Prestasi tersebut diungkapkan Jokowi saat bertemu Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Qasr Al Watan di Abu Dhabi beberapa waktu lalu.
Jokowi mengatakan, BUMN galangan kapal PT PAL Indonesia akan mengerjakan dermaga untuk landasan pendaratan kapal perang tersebut.
“Kami juga terlibat dalam pembangunan kapal LPD untuk Angkatan Laut UEA melalui PT PAL Indonesia,” kata Jokowi dalam pertemuan tersebut, Sabtu (20/7/2024).
PT PAL Indonesia telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan perusahaan lokal UEA Marakeb Technologies LLC di bidang sistem persenjataan untuk proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) pada tahun 2023. PT PAL akan membangun kapal LPD terbesar hingga saat ini di Indonesia. yakni sepanjang 163 meter dengan persenjataan lengkap.
Sebagai kapal serba guna, LPD tidak hanya mampu mengangkut pasukan saja, namun juga mampu mengangkut berbagai kendaraan tempur dan helikopter dengan kapasitas heliport untuk 3 helikopter dan 1 hanggar helikopter.
Selain itu, terdapat LPD yang dilengkapi dengan 4 personel pendarat (LCVP) dan 2 personel pendarat tambahan (LCU) sehingga kapasitas pendaratan satuan lebih optimal, bahkan ada pula yang dilengkapi senjata dan sensor untuk komando (sewaco). Selain itu PT PAL juga menyediakan berbagai fungsi peralatan pendukung di kapal, seperti lift kendaraan, lift penumpang, meja putar, hoist.
Kapal PT PAL LPD yang melintasi berbagai lautan dunia antara lain KRI Banjarmasin-592, KRI Banda Aceh-593, lalu ada KRI Semarang-594, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, termasuk dua kapal LPD TNI AL Filipina yakni BRP Tarlac-601 dan BRP Davao Del Sur-602. (jam/jam)