Jakarta –

Read More : Cerita Dokter Tangani Kasus Langka, Bocah 5 Tahun Jantungnya Horizontal

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi berbahaya serangan jantung dapat “dideteksi” dari gejala awal yang muncul sebelum serangan jantung. Gejala pada pria dan wanita mungkin sedikit berbeda.

Henti jantung adalah suatu kondisi dimana jantung tiba-tiba berhenti berdetak akibat adanya gangguan kelistrikan pada jantung akibat irama jantung yang tidak teratur. Penyakit ini bisa berakibat fatal, sehingga penting bagi masyarakat untuk mewaspadai gejala yang bisa muncul.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Smidt Heart Institute Amerika Serikat menemukan bahwa wanita mengalami sesak napas sehari sebelumnya, sedangkan pria mengalami nyeri dada. Palpitasi, kejang, gejala mirip flu mempengaruhi subkelompok kecil pria dan wanita.

“Menggunakan gejala peringatan untuk secara efektif melakukan triase bagi mereka yang perlu menelepon 911 dapat mengarah pada intervensi dini dan kematian yang dapat dicegah. Temuan kami dapat mengarah pada paradigma baru untuk mencegah kematian jantung mendadak,” kata penulis studi Dr. Sumeet Chugh. Dari Cermin, Selasa (30/4/2024).

Lancet Digital Health mengungkapkan bahwa 50 persen orang yang mengalami serangan jantung mendadak memiliki tanda peringatan yang signifikan dalam 24 jam sebelum kondisi tersebut terjadi. Wanita lebih sulit bernapas, dan pria lebih sering mengalami nyeri.

Penelitian ini menggunakan data dari dua penelitian besar, yaitu penelitian Prediction of Sudden Death in Multiethnic Communities (PRESTO) yang saat ini sedang berlangsung di Ventura County, California, dan Oregon Sudden Death Study (SUDS) yang berbasis di Portland, Oregon.

“Kami memulai studi SUDS 22 tahun lalu dan studi PRESTO delapan tahun lalu. Kelompok-kelompok ini telah memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi sistem rumah sakit yang menyediakan perawatan di komunitas ini,” kata Dr. Chugh.

Tim peneliti mengamati frekuensi gejala tertentu dan kombinasinya sebelum serangan jantung mendadak, dan membandingkan temuan mereka dengan kelompok kontrol yang juga menerima perawatan medis darurat.

Dr Chugh mengatakan penelitian ini dapat membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut. Rencananya adalah untuk melengkapi gejala peringatan spesifik jenis kelamin dengan karakteristik lain, seperti profil klinis dan pengukuran biometrik. Hal ini penting untuk meningkatkan akurasi prediksi serangan jantung mendadak. Tonton video “Selidiki penyebab serangan jantung yang diduga menewaskan 153 orang di Itaewon” (avk/suc)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *