Manggarai Barat –

Read More : Viral, Chris Martin dan Dakota Ikut Ritual Mandi Suci Kumbh Mela

Pembicaraan penutupan Taman Nasional Komodo (TNK) untuk kegiatan pariwisata pada tahun 2025 diperkirakan akan mengakhiri industri pariwisata di Labuan Bajo.

Ketua Komisi III DPRD Manggarai Barat Inocentius Peni mengatakan TNK dengan komodo kini menjadi simbol wisata di Labuan Bajo dan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan selama ini sebagai destinasi wisata utama.

Penutupan TNK untuk pariwisata pada tahun 2025 dapat menurunkan tingkat kunjungan wisatawan dan berdampak pada industri pariwisata Labuan Bajo.

“Banyak sekali pelaku usaha kecil dan besar yang bergerak di industri pariwisata sehingga bisa merugi jika jumlah wisatawan ke Labuan Bajo turun drastis akibat penutupan TNK. Tenang saja, wisatawan akan tutup dari travel, industri manufaktur, penjual makanan. , dll. akan mati.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut penutupan TNK bisa memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri pariwisata Labuan Bajo.

Situasi ini akan menambah jumlah pengangguran di Manggarai Barat. Upaya untuk mengentaskan kemiskinan semakin sulit.

“Saat ini terlalu banyak tenaga kerja yang terlibat di industri pariwisata. Jika TNK ditutup, wisatawan akan berkurang, gelombang PHK akan terjadi, dan pengangguran akan meningkat. untuk mengurangi kemiskinan tidak akan berhasil,” jelasnya. Saya tidak.

“Karena KNP saat ini masih dalam tahap pengundian, maka tahun depan tidak cukup waktu untuk menyiapkan lapangan lain yang harga jualnya sama dengan TNK,” ujarnya.

Ino menjelaskan, mulai Komodo 2013 banyak dilakukan promosi wisata di kawasan TNK untuk menarik wisatawan. Komodo diikutsertakan dalam kegiatan Museum Bangsa dan Keajaiban Indonesia pada Expo 2020 yang diselenggarakan di Expo 2020 Dubai sehingga masuk dalam 7 keajaiban dunia.

“Ini adalah aksi publisitas Komodo untuk menarik wisatawan,” ujarnya.

Labuan Bajo sudah pasti ditetapkan sebagai tujuan wisata utama, katanya, karena ada gambar komodo di dalamnya.

Begitu pula dengan Bandara Komodo yang akan membuka penerbangan langsung ke luar negeri, untuk meningkatkan pariwisata ke Labuan Bajo yang ikonnya adalah komodo.

“Dan langkah berbeda dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, karena ingin banyak wisatawan yang datang dan menikmati keindahan kawasan TNK,” kata Ino.

“Pemerintah menjadikan industri pariwisata sebagai pemimpin pembangunan ekonomi di Manggarai Barat. Sebab, mereka menjual TNK sebagai sumber utama pariwisata,” lanjutnya.

Pemda Manggarai Barat tak punya kewenangan menolak

Ino mengatakan, sulit bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat untuk mencegah pemerintah setempat menutup TNK karena tidak punya kendali atas kawasan yang banyak digemari tersebut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengelola TNK melalui BTNK.

“Posisi kami Pemda Manggarai Barat sangat lemah dalam kaitannya dengan TNK, sehingga sulit menolak niat Pempus (pemerintah pusat) untuk menggantikan TNK yang dikuasainya,” kata Ino.

Dia hanya meminta BTNK memikirkan matang-matang rencana penggantian KNP. Jika TNK harus ditutup, katanya, tidak akan ditutup seluruhnya. Penutupan terjadi pada hari-hari tertentu atau pada lokasi tertentu di sekitar TNK.

“Kalau perlu ditutup ya tidak perlu ditutup. Bisa beberapa hari, beberapa lokus bisa tidak terbatas,” kata Ino.

Ia juga meminta pemerintah pusat mulai saat ini menyiapkan kawasan lain di Labuan Bajo Selatan untuk dijadikan tempat baru pengembangan komodo.

“Dukungan pemerintah pusat perlu ditingkatkan untuk pembenahan dan pengembangan kawasan wisata di luar TNK,” kata Ino.

Diketahui, BTNK berencana menutup kawasan TNK untuk aktivitas wisata. Belum diketahui apakah aktivitas wisata di TNK ditutup total atau hanya beberapa hari saja.

BNTK sedang mempertimbangkan rencana penutupan kegiatan wisata di TNK. Tempat wisata di salah satu destinasi favorit Indonesia ini diperkirakan akan tutup pada pertengahan tahun depan.

——-

Artikel ini diposting di detikBali. Saksikan video “Sandiaga Uno soal Taman Nasional Komodo yang Ditinggalkan Pengelola” (wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *