Jakarta –
Read More : Begini Spek dan Harga Mobil yang Ditumpangi Erdogan di Indonesia
Kerajaan Arab Saudi menjadi ancaman bagi Eropa jika negara-negara G7 menyita hampir $300 miliar atau setara Rp4,863 triliun (kurs Rp16.211) aset Rusia yang dibekukan. Ancamannya adalah penjualan beberapa surat utang (obligasi) Eropa.
Sebagai referensi, negara-negara G7 adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.
Dikutip Bloomberg, Kamis (7/11/2024), Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi pada awal tahun 2024 menyampaikan kepada beberapa rekan G-7 penolakannya terhadap rencana penyitaan aset bank sentral Rusia yang dibekukan. .
Meskipun alasan pembekuan itu adalah dukungan untuk Ukraina. Namun alih-alih mendukung Ukraina, informasi tersebut tampaknya merupakan ancaman tersembunyi.
Arab Saudi diketahui telah menginvestasikan puluhan miliar euro pada obligasi Prancis. Para pejabat Perancis mulai khawatir bahwa negara-negara lain akan mengikuti jejak Arab Saudi.
Negara-negara G7 yang berencana membantu Ukraina dibahas pada pertemuan puncak yang diadakan di Italia pada Juni 2024 setelah berdiskusi selama berbulan-bulan.
Para pemimpin G7 menyetujui struktur keuangan yang akan memberikan Ukraina bantuan sekitar $50 miliar dengan mengorbankan aset Rusia yang dibekukan.
Tujuh negara anggota dan Uni Eropa juga sepakat pada saat itu untuk memberikan pinjaman yang akan dibayar kembali dari hasil sekitar $280 miliar dana Rusia yang dibekukan, yang sebagian besar berlokasi di Eropa. Amerika Serikat dan Inggris mendukung penyitaan total. Namun Jepang dan Jerman keberatan. (kembali/kembali)