Jakarta –
Read More : Maaf Tokyo, Turis China Pilih Seoul di Hari Golden Week
Di dasar laut pada kedalaman 4000 meter jutaan tahun lalu kini bisa hidup di Kebumen, Jawa Tengah. Kini, pemerintah sedang menyiapkan georoute untuk penumpang.
Di sebelah utara Kebumen, di Karangsambung, bagian yang lebih tinggi kini menjadi kebun dan rumah warga. Menurut para ahli, kawasan ini merupakan dasar laut terbuka.
Keadaan ini terjadi karena lempeng bergerak sekitar 9 hingga 11 cm per tahun sehingga menimbulkan sesar yang kemudian naik ke posisinya saat ini. Prosesnya tidak singkat namun agak lama.
Salah satu jenis batu yang terdapat di Kebumen adalah batu roda. Bebatuan yang berusia sekitar 60-80 juta tahun ini menjadi bukti nyata bahwa kawasan tersebut merupakan dasar lautan jutaan tahun lalu.
Hal ini diperkuat dengan hasil analisis laboratorium yang menunjukkan ditemukannya fosil Radiolaria pada batuan rijang di Kebumen. Radiolaria merupakan salah satu jenis plankton yang hidup di dasar laut.
Bukti lainnya dapat ditemukan di situs geologi Watu Kelir, Sadang, Kebumen. Di lokasi kejadian, ditemukan dua jenis batu di kawasan yang sama.
Batuan lava bantal terbentuk dari pembekuan magma di bawah dasar laut, dan batuan berwarna coklat dan merah diendapkan di laut dalam. Perpaduan kedua jenis batuan ini menciptakan keindahan proses geologi yang hanya bisa disaksikan di Geopark Kebumen.
“Pada batuan rijang ini pun kita bisa membuktikan bahwa itu berasal dari dasar laut, padahal tidak bereaksi dengan karbonat. Saat kita mengambil sampel batuan tersebut dan membawanya untuk dianalisis di laboratorium, ternyata mengandung jejak. fosilnya.. sama, oh ternyata di laut dalam,” kata Sueno Winduhutomo, peneliti bidang geografi, dalam video yang diunggah BRIN Indonesia.
Dengan keunikan keanekaragaman dan sejarah batuan yang dilestarikan, Kebumen disebut-sebut sebagai Bukti Teori Lempeng Tektonik terbaik atau situs geologi terlengkap di Asia Tenggara. Geopark Kebumen telah menjadi pusat pendidikan dan penelitian geologi di Indonesia.
Keindahan dan keistimewaan formasi geologi di Kebumen akan segera dikagumi wisatawan. Saat ini BRIN Karangsambung sedang menyiapkan paket geotour.
“Kami sudah membuat jalur di dalam geopark yang bisa menjadi geowisata. Dari Karanggayam Gombong ada jalur ke arah selatan yang membahas tentang karst dan pesisir pantai,” kata Chusni Ansori, Ahli Geologi Utama Kelompok Penelitian Geoheritage dan Geopark. serta Ketua Dewan Ahli Geopark Kebumen.
“Ada tiga tema dalam geosport yaitu geografi, budaya biologis dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Chusni mengatakan, paket wisata geotrail kini sudah berakhir. Salah satunya melalui brand internasional yang diikuti yakni Geopark Kebumen masuk dalam UNESCO Global Geoparks (UGGp) dan mendapat dukungan dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Chusni optimistis geotracker tersebut dapat bermanfaat bagi banyak pihak di Kebumen
“Tinggal bagaimana penanganannya oleh para pemangku kepentingan, merekalah yang akan merasakan manfaatnya. Kalau diperlukan, paket wisatanya bisa diperluas lagi. Ketelitian dan kesadaran harus ditingkatkan, jangan lupa geowisata juga masuk dalam pariwisata berkelanjutan atau Kalau bisa, bangkitkan pariwisata,” kata Chusni. Video “Tingkatkan Sektor Pariwisata, Kebumen Hidupkan Geopark dan Hiburan Zaman Belanda” (fem/fem)