Jakarta –
Read More : Peta Persaingan XLSmart, Telkomsel, dan Indosat, Siapa Lebih Unggul?
Dugaan kelalaian pegawai Telkom santer beredar terkait serangan ransomware yang melumpuhkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2. Menteri BUMN Eric Thohir meminta dilakukan penyelidikan.
Seperti diketahui, sejak PDNS 2 diserang ransomware Brain Cipher pada 20 Juli 2024, akses terhadap file pemerintah di dalamnya menjadi tidak mungkin, yang sejauh ini berdampak pada ratusan layanan pemerintah.
Ketika penyidikan PDNS 2 gagal, pegawai Telkom dikabarkan terbukti lalai. Eric pun menanggapi informasi tersebut saat dikonfirmasi wartawan.
“Ini hanya pertanda. Saya ngotot dengan apa yang namanya audit investigasi. Tapi saya tidak mau ikut serta dalam kebijakan politik, saya bukan orang politik, saya orang profesional. Orang swasta atau orang jahat, ya kita dorong itu,” kata Eric di Kota Tua, Jakarta, dilansir detikFinance.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tianjanto mengatakan hingga 9 Juli 2024, baru 30 layanan pemerintah yang dipulihkan secara rahasia. Sebagai informasi, PDNS 2 Surabaya digunakan oleh 282 instansi pemerintah baik kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Direktur Utama Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan kemudian mengumumkan pengunduran dirinya akibat serangan ransomware PDNS 2. Eric Thohir juga menyatakan mendukung kebijakan reformasi yang dilakukan pihak-pihak yang dinilai tidak kompeten.
“Kemarin Dirjen Cominfo mengundurkan diri. Saya mendukung kebijakan Pak. Hadi untuk memperbaiki semua aspek yang tidak kompeten. Dan hal ini sesuai dengan instruksi Presiden. Pak Budi Ari yang melakukannya. “Pasti kami dukung, kalau ada yang tidak berbakat kami copot,” kata Erik Thohir.
Semuel mengatakan, pengunduran dirinya diajukan sebagai simbol tanggung jawab moral atas peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang dilakukan Brain Chipper.
Sebagai CEO Aptics, Samuel merasa sudah menjadi tugasnya untuk menyelesaikan kasus peretasan PDNS 2. Oleh karena itu, ia mengambil tanggung jawab moral dengan mengundurkan diri.
“Namun kejadian ini secara teknis merupakan tanggung jawab saya sebagai Dirjen Inspeksi Teknis, sehingga saya menerima tanggung jawab tersebut dan mengatakan bahwa saya harus menyelesaikannya. Ini masalah yang harusnya saya atasi dengan lebih baik, makanya,” kata Samuel di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Kamis (7 April).
Dugaan kelalaian pekerja Telkom pertama kali terungkap dalam rapat perwakilan DPR, Kementerian Komunikasi dan Informatika, BSSN, dan Telkom. Ketua Komisi DPR Meutia Hafid mengatakan, informasi yang bocor menyebutkan PDNS 2 mengalami kendala akibat kelalaian pegawai Telkom.
Kabar tersebut kemudian ditanyakannya saat Rapat Komisi DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo), Badan Keamanan Siber dan Sandi (BSSN), dan Telkom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. . Kamis (27/6).
“Pak kalau saya bisa menjawab informasi yang beredar, pertanyaan ini juga perlu dijawab pak, ya kita tahu ransomware tidak bisa masuk dengan sendirinya. Jadi ada yang membawanya. Dan ada tanda-tandanya nyata. Itu sungguh kelalaian pihak Telkom. Siapa pun yang membuat uang tebusan bisa mengakses sistem Anda,” kata Meuthia.
Mendengar pertanyaan tersebut, Manager Network & IT Solution Telkom Group Herlan Wijanarco mengaku belum bisa menjawab secara pasti karena menunggu hasil tes digital BSSN.
Menanggapi tanggapan Eric Thohir, detikINET pun meminta tanggapan Telkom. Namun, belum ada jawaban resmi. Simak video “Berkaca pada keruntuhan PDNS, para ahli ingatkan pentingnya backup data” (agt/fay)