Jakarta –

Read More : Adu Kecepatan Internet Indonesia vs Korea Selatan: Ibarat Bumi dan Langit

Pengembangan AI di Tiongkok akan terus berlanjut meskipun pasokan chip canggih terbatas, kata seorang pejabat senior Huawei.

CEO Huawei Cloud Zhang Pingan menyampaikan komentar tersebut sebagai tanggapan terhadap peraturan yang lebih ketat terhadap impor chip AI canggih dari Amerika Serikat, termasuk larangan penjualan chip canggih oleh raksasa chip AI Amerika, Nvidia.

โ€œKita harus mengakui bahwa Tiongkok mempunyai kekuatan komputasi yang terbatas. Namun, kita tidak dapat mengandalkan chip AI dengan unit manufaktur kelas atas sebagai basis utama infrastruktur AI,โ€ kata Zhang pada Forum Konferensi AI Dunia di Shanghai. Cina.

โ€œTetapi tidak memiliki chip AI tercanggih bukan berarti kita tidak bisa mengembangkan AI, kita hanya perlu mengubah pendekatan kita,โ€ ujarnya.

Huawei, yang kembali masuk dalam daftar komponen AS, telah mengembangkan chip AI-nya sendiri yang disebut Ascend, yang kini digunakan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk melatih model AI mereka, karena tidak mampu membeli chip canggih dari perusahaan-perusahaan AS.

Chip Ascend ini disebut-sebut memiliki kemampuan komputasi yang tak tertandingi oleh chip AI buatan Nvidia, bersama dengan chip AI buatan China lainnya.

Namun menurut Zhang, hal ini memungkinkan mereka untuk menjadi lebih inovatif di cloud, yang menurutnya dapat diimbangi dengan inovasi dalam arsitektur komputasi.

Selain itu, Inovasi mereka adalah cloud, Menggabungkan komputasi edge dan jaringan dapat menghemat konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan, menurut laporan Reuters. Dikutip detikINET pada Minggu (7/7/2024). Tonton video “AS mencabut beberapa hak ekspor chip ke Huawei” (asj/asj).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *