Jakarta –

Read More : Menkomdigi Meutya Ungkap Posisi RI Saat Perang Teknologi AI China-AS

Pengunduran diri CEO Aptik Kominfo Semuel A Pangerapan terkait penyerangan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 dinilai sebagai sikap gagah. Namun, pemerintah harus segera menunjuk penggantinya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Lembaga Penelitian Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha. Ia mengaku kerap satu forum dengan Semuel dan menyebutnya sebagai sosok yang punya kompetensi dalam menjalankan jabatannya.

“Kami juga mengapresiasi sikap gagah beliau yang berani mengundurkan diri dari jabatan yang dijabatnya selama 8 tahun sebagai bentuk tanggung jawab moral atas suatu kejadian yang menurutnya seharusnya dapat ditangani dengan baik. Setelah pengunduran dirinya, Semuel A. Pangerapan akan kembali ke Indonesia Digital Bisnis industri meski bukan di instansi pemerintah,” kata Pratama saat dihubungi detikINET.

Namun Pratama kemudian juga mengingatkan bahwa posisi CEO Aptic merupakan posisi yang strategis dan pemerintah harus segera menunjuk penggantinya. Menurut dia, posisi tersebut harus diisi oleh orang yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber.

Sedangkan jabatan ini akan tetap berperan sebagai pengawas teknis tidak hanya bagi PDNS tetapi juga bagi PDN skala besar yang sedang dibangun di Cikarang, tambahnya.

Di era digital yang semakin kompleks ini, kepemimpinan yang berkompeten sangat penting karena tantangan di dunia siber semakin kompleks dan beragam, sehingga membutuhkan pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam terhadap berbagai aspek keamanan siber, termasuk ancaman yang terus berkembang, teknologi terkini, dan peraturan terkait.

“Pemimpin yang berkompeten akan mampu memimpin tim secara efektif dan mampu memberikan respon yang cepat dan akurat dalam mengidentifikasi, menganalisa dan merespon ancaman siber yang muncul dalam menghadapi ancaman siber yang selalu berubah,” kata Pratama.

Namun seperti diketahui, jabatan pimpinan suatu lembaga negara merupakan jabatan politik, sehingga seringkali diisi oleh pemimpin yang bukan berasal dari dalam lembaga tersebut, melainkan oleh orang-orang dari luar yang tentunya keahliannya akan sangat berbeda-beda. Dibandingkan ditempati oleh seorang manajer yang mengawali karir di institusi tersebut,” imbuhnya.

Diakuinya, manajer tidak dituntut untuk memahami hal teknis lebih dalam karena merupakan jabatan struktural dan manajerial. Namun akan menambah nilai jika ia kompeten di bidang yang dipimpinnya.

“Tetapi jika Anda berkompeten di bidang yang Anda pimpin, pasti bisa memberikan sudut pandang yang berbeda, karena Anda akan bisa menerima informasi dan mengambil keputusan dengan lebih langsung, karena manajer juga yang mengelola bidang itu, dan bukan sekedar memutuskan. berdasarkan informasi dari staf ahli jaga,” pungkas Pratama. Saksikan video “Soal Keamanan Siber Indonesia, Budi Arie: Peringkat 20 G20” (asj/asj)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *