Jakarta –
Read More : Mourinho Punya Klausul Unik dalam Kontraknya di Fenerbahce?
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra yakin pendapatan perseroan bisa mencapai Rp 3 miliar. USD atau sekitar $48,9 triliun (kurs Rp 16.300). Hal ini menunjukkan tren aktivitas perusahaan selama ini.
Dia mengatakan pada tahun pertama 2024 Garuda mencatatkan 411 juta. pendapatan dalam dolar AS. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I tahun lalu.
“Jika kita melihat tren ini, akan lebih mudah bagi kita untuk mendapatkan lebih dari $3 miliar.” ).
Diakuinya, pendapatan perseroan terbatas karena terbatasnya jumlah armada mobil. Garuda menerima 4 pesawat tambahan tahun lalu. Tahun ini, pihaknya berencana menambah 9 pesawat.
“Tahun lalu kita dapat tambahan 4, tahun ini kita rencanakan tambahan 8+1. Yang ini sebenarnya sudah disetujui untuk 5 tahun lalu, tapi kita belum punya, jadi 1+8,” ujarnya.
Hingga akhir tahun 2023, Garuda memiliki 71 pesawat yang terdiri dari 41 pesawat berbadan sempit dan 30 berbadan lebar. Kemudian yang terdiri dari 41 unit Boeing 737-800NG, 22 unit Airbus seri 330, dan 8 unit Boeing 777-300ER.
“Arah Panja adalah kita mengurangi jumlah atau jenis pesawat secara drastis, sehingga saat ini kita hanya memiliki 3 jenis pesawat. Ada dua jenis pesawat yang sudah tidak kita gunakan lagi yaitu CRJ dan ATR,” ujarnya. (acd/gambar)