Blitar –
Read More : IKEA Tarik Alat Dapur yang Picu Lepasnya Potongan Logam-Tertelan Bersama Makanan
Di Blitar terdapat tradisi Manten Kopi, dimana kopi laki-laki dicampur dengan kopi perempuan untuk mendapatkan rendemen yang lebih tinggi. Bagaimana prosesnya?
Kopi manten merupakan tradisi di pabrik Kawisari di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, untuk mengawali musim panen kopi. Ritual ini dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang baik.
Upacara langit ngopi diawali dengan menyiapkan sesaji lengkap dan menyalakan dupa. Produk-produk ini ditempatkan di antara pohon kopi yang paling tebal di tanaman.
Kopi terpilih selanjutnya akan dibawa ke parade Mayang Kembar. Si kembar Mayang merupakan simbol tradisi Manteng.
Kafe dan si kembar Mayang dibawa ke gerbang/pintu masuk Lapangan Kavisari. Saat itulah si kembar dipertukarkan.
Pimpinan/sesepuh membacakan doa di atas amanat kopi untuk mendoakan panen yang baik. Usai prosesi, diadakan acara silaturahmi untuk mengungkapkan rasa syukur dan berbagi berkah.
“Jadi, setiap tahunnya tradisi kopi ini tetap dilestarikan di lahan PT Rojobrono Kawisari dan PT Dewisri. Setiap menjelang panen, dimulai dari biji kopi atau panen kopi pertama,” kata Manajer Pengembangan Tanaman Kawisari, Agus Haryanto, Sabtu (29). . / 6).Sekarang akhir pekan. Gabungan Kopi Lanang dan Kopi Wadon
Agus mengatakan, tradisi ngopi ini memadukan kopi langan Jokogondel dengan kopi wadon “Srigondel”. Tujuan kami adalah untuk saling menguatkan dan semoga mencapai hasil yang luar biasa.
“Selanjutnya mereka dibawa ke pabrik bersama si kembar Mayang. Ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan hasil panen yang baik dan membawa keberkahan bagi banyak orang,” ujarnya.
Pabrik juga menyelenggarakan acara atau perayaan. Sekelompok tokoh masyarakat, pimpinan pabrik, dan pekerja pabrik juga berpartisipasi dalam perayaan tersebut.
“Ini juga sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dengan berbagi keberkahan kepada masyarakat sekitar. Membawa keberkahan atas hasil panen,” kata Agus.
Agus mengatakan, acara ngopi tersebut digelar di dua tempat berbeda, namun prosesi dan maknanya sama. Kopi manten secara tradisional dibuat di dataran tinggi atau wilayah PT Rojobrono Kawisari yang saat ini khusus memproduksi kopi arabika.
Kali ini parade kopi manten yang kedua berlangsung di ladang milik produsen kopi Robusta PT Dewisri.
“Sebenarnya semua sama saja, makna pawainya sama, hanya saja tahun ini diadakan dua kali, di tempat yang berbeda. Saya berharap dapat memperoleh lebih banyak lagi, dan tentunya tradisi ini akan terus kita pertahankan ke depannya. ,” dia berkata.
——–
Artikel ini muncul di detikJatim.
Saksikan video “Ini Upacara Panen di Sawah Kramat Buyut Dalem Indramayu” (wsw/wsw)