Jakarta –
Read More : Libur Lebaran 2025 Jadi Momentum Tumbuhnya Pariwisata Domestik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan program bantuan pangan atau bansos beras yang disalurkan pemerintah akan berlanjut hingga Desember 2024. Anggaran yang diperlukan untuk penyaluran bansos beras periode Agustus-Desember mencapai Rp9 triliun.
Pemerintahan Presiden Jokowi akan berakhir pada Oktober 2024. Artinya, bantuan pangan akan terus berlanjut selama dua periode kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Lantas apakah APBN akan tetap aman?
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, anggaran tersebut dikelola dan diperhitungkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
“Ini belanja-belanja tambahan yang terus kita kelola, dari APBN yang ada. Jadi kita kelola terus dengan menggunakan APBN 2024,” kata Isa dalam konferensi pers APBN Kita edisi Mei 2024, dikutip dari tayangan YouTube Kementerian BUMN. Keuangan, Kamis (27 Juni 2024).
Kementerian Keuangan sendiri telah menyiapkan skema pengelolaan keuangannya agar bansos beras bisa dilaksanakan tanpa membebani APBN. Salah satunya adalah pengalihan sejumlah cadangan dana pada fungsi stabilitas pangan.
“Akan ada pergeseran cadangan yang kita siapkan untuk belanja fungsi stabilitas pangan dan sebagainya. Dan selama ini sudah diperhitungkan dalam APBN tahun 2024,” ujarnya.
Namun kondisi perekonomian nasional dan global saat ini sedang mengalami ketidakpastian yang didorong oleh eskalasi konflik yang semakin meningkat dari bulan ke bulan. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga melemah hingga mencapai hampir Rp 16.500.
“Mudah-mudahan tidak terjadi keadaan atau kondisi yang lebih buruk sehingga mengharuskan kita melakukan intervensi lain. Untuk saat ini masih bisa dilakukan sesuai APBN 2024,” ujarnya.
Bantuan pangan pemerintah atau bansos beras merupakan program yang memberikan 10 kilogram (kg) beras kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) per bulan. Sebelumnya, program ini hanya berlangsung hingga Juni 2024.
Dalam kunjungannya ke kompleks pergudangan Bukit Tunggal, Palangkaraya, Jokowi kembali menyinggung perpanjangan bansos beras hingga Desember 2024. Agenda tersebut, ia meninjau ketersediaan pasokan beras, serta penyerahan bantuan pemerintah untuk cadangan pangan.
“Bagaimana kita lanjutkan? Kemarin kita hitung akan lanjutkan, yakni kita ke Agustus, kita kembali ke Oktober, kita kembali ke Desember ya? Kita bersyukur karena perhitungan di APBN bisa.” kata Jokowi, ditulis Kamis (27 Juni 2024).
Selain itu, Jokowi juga meyakinkan beras yang diterima keluarga penerima manfaat memiliki kualitas unggul. Berbeda dengan dulu, beras yang didukung pemerintah terkenal kualitasnya buruk, seperti warnanya kuning dan kehitaman.
Pada kesempatan lain, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, pernah mengatakan hal serupa. Ia juga mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk perluasan bansos beras ini sekitar Rp9 triliun.
“Bantuan pangan (10 kg beras) ini diputuskan dalam rapat internal dengan presiden, (lanjutan) pada bulan kedelapan, 10, dan 12. (Anggarannya) sekitar Rp9 triliun,” kata Arief, dilansir Antara. , Sabtu (6/8/2024).
Presiden Jokowi mengambil keputusan untuk melanjutkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras untuk tahap ketiga berdasarkan kemampuan APBN.
“Tahun lalu tidak 12 bulan penuh, tahun ini (dilanjutkan tahap ketiga bulan) 8, 10, dan 12 karena Presiden selalu mengatakan dalam beberapa kesempatan juga akan melihat kepemilikan APBN,” jelas Arief. .
“Soal APBN, Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bilang kita akan lakukan dalam tiga bulan, lalu tiga bulan artinya 8, 10, dan 12 bulan. Karena kita juga melihat secara fiskal, tidak hanya pemenuhan bantuan pangan saja, tapi juga kegiatan-kegiatan lain yang “Yang penting juga jangan sampai ketinggalan, itu keputusan di sidang Pemerintah”, jelas Arief.
(shc/kil)