Jakarta –

Read More : Hotel Nyaman yang Terintegrasi Moda Transportasi di Pusat Jakarta

Upacara penting untuk merayakan ulang tahun Jakarta ke-497 diadakan sebagai Malam Jaya Raya Monas. Malam pertemuan tersebut sukses dihadiri ribuan wisatawan.

Mengangkat tema “Jakarta Global – Sejuta Atraksi”, acara tersebut berhasil menarik ribuan pengunjung. Upacara yang digelar mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB ini menjadi momen spesial bagi masyarakat Jakarta. Pasalnya, tahun ini merupakan tahun pertama Jakarta merayakan hari lahirnya tanpa berstatus ibu kota.

Acara malam Mons Jaya Raya dibuka dengan sambutan Plt Gubernur DKI Jakarta Hiro Budi Hartuno. Ia tampil dengan aksen budaya Betawi, ondal-ondel. Dalam sambutannya, Hero mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan agar masyarakat Jakarta semakin mencintainya.

“Selamat kepada Kota Jakarta di hari ulang tahunnya yang ke 497, semoga terus menjadi kota yang stabil dan dicintai masyarakatnya,” kata Hero.

Jaya Raya Monas tampil semarak di malam hari dengan berbagai pertunjukan musik dan hiburan yang luar biasa. Ribuan orang memadati panggung, di mana musisi ternama Buddy Doremy, Kakra Khan, Gigi, Sandi Sanduru, Wali, Neela Khurima dan Siti Badria hadir menyaksikan pertunjukan tersebut. Suasana meriah dan ceria bisa dirasakan di kawasan Monas.

Selain konser musik, Malam Jaya Raya Monas juga menyuguhkan atraksi seru lainnya seperti permainan pasar malam, karnaval mobil terapung, dan pertunjukan kembang api yang spektakuler. Pengunjung juga dapat menikmati video peta Monas yang sangat bagus.

Dalam kesempatan ini terlihat semangat para Jakrani. Karena area panggung utama cukup ramai, banyak masyarakat yang memilih duduk-duduk di sekitar Monas sambil makan bersama keluarga dan menyaksikan acara melalui layar yang telah disediakan. Banyak yang mengabadikan momen spesial tersebut melalui foto dan video.

Salah satu tamu, Ari dari Raamangon, bersiap berangkat lebih awal untuk menyaksikan acara malam itu. Meski sempat terjebak kemacetan dan terus berjalan, ia tak putus asa untuk berangkat ke perayaan HUT Jakarta.

“Dari Ruamangon setelah magrib dari rumah naik bus.” Lalu lintas penuh, naik bus dan menuju Mons,” kata Ari.

Animo masyarakat yang besar memang menyebabkan kemacetan parah di sekitar Monas seperti kawasan MH Thamrin, Sudirman, dan Medan Merdeka. Bahkan beberapa angkutan umum menuju Monas dan Kota Toa tampak ramai dan selalu ramai.

Ari juga menyampaikan harapannya agar masa depan kota Jakarta dan seluruh kota menjadi lebih baik.

“Mudah-mudahan lebih baik lagi, yang penting baik untuk masyarakat dan semua orang di Jakarta, Jakarta maju terus,” pungkas Ari.

Berbeda dengan Ari, Erin dan Sonia memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menempuh perjalanan dari Jakarta Barat menuju Monas. Menurutnya, momen langka ini hanya bisa dialami setahun sekali, meski harus berani menghadapi lautan mobil dan manusia terlebih dahulu.

“Ini benar-benar penuh sesak, di depannya ada lautan manusia, semuanya. Mobil juga parkir dimana-mana,” kata Aryan.

“Tapi senang rasanya melihat acara seperti ini setahun sekali, bukan?” Ini ulang tahun Jakarta dan ada artis-artis menarik,” lanjut Sonia dalam Worth Koenig: Sejarah Jakarta (wkn/wkn)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *