Jakarta –

Read More : Kominfo Kantongi Nama Provider yang Fasilitasi Judi Online, Ancam Cabut Izin!

Kota Jakarta merayakan ulang tahunnya yang ke-497 pada Sabtu (22 Juni). Pada HUT kali ini, Pemprov DKI mengusung tema “Jakarta Kota Global Sejuta Pesona” sebagai jalan transisi dari status ibu kota negara menuju arah pembangunan baru menuju kota global.

Apalagi Jakarta telah lama menjadi pusat perekonomian nasional. Bahkan, kota kerap menjadi penyumbang terbesar perekonomian nasional. Misalnya pada tahun 2023, kontribusi perekonomian nasional Jakarta mencapai 16,77%.

Lalu bagaimana situasi perekonomian di Jakarta saat ini?

Berdasarkan data terkini Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, laju pertumbuhan ekonomi ibu kota pada triwulan I tahun 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu adalah sebesar 4,78% (year-on-year). Sementara dibandingkan triwulan sebelumnya, perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 0,65% (q-o-q) pada triwulan I tahun 2024.

Perlu diketahui, perhitungan pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta didasarkan pada nilai GDPR (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga konstan pada tahun masing-masing dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam hal ini, nilai PDB atas dasar harga konstan DKI pada triwulan I tahun 2024 mencapai Rp528,10 triliun. Sedangkan PDBB mencapai Rp896,09 triliun berdasarkan harga berlaku.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi sebesar 14,16% terjadi pada bidang kegiatan penyelenggaraan negara, pertahanan, dan jaminan sosial wajib. Dari sisi belanja, pertumbuhan terbesar terjadi pada komponen konsumsi masyarakat (PCB) sebesar 30,30%.

Kemudian, secara struktural, perekonomian Jakarta pada triwulan I tahun 2024 didominasi oleh perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,91%. Dari sisi pengeluaran, proporsi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) sebesar 61,87%.

Selanjutnya, tingkat inflasi Jakarta pada Mei 2024 sebesar 2,08% (year-on-year) dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 104,97. Inflasi tahun ke tahun terjadi akibat kenaikan harga-harga yang mengindikasikan kenaikan indeks pada kelompok pengeluaran tertentu.

Misalnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh sebesar 5,26%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar dalam negeri sebesar 0,48%; peralatan, peralatan dan pemeliharaan rumah biasa menyumbang 1,11%.

Tak ketinggalan kelompok kesehatan yang naik 1,95%; kelompok transpor meningkat sebesar 0,99%; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tumbuh sebesar 0,19%; kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya tumbuh sebesar 0,68%; kelompok pendidikan tumbuh sebesar 2,18%; kelompok pesan antar makanan dan minuman tumbuh sebesar 2,33%; dan kelompok perawatan diri dan jasa lainnya sebesar 5,42%.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks hanya kelompok sandang dan alas kaki yang turun 0,52%. (hari/hari)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *