Jakarta –

Read More : Heboh Pasutri Berbuat Tidak Senonoh di Kafe Lembang, Pemilik Berang

Baidu berkolaborasi dengan Lenovo untuk mengembangkan masa depan kecerdasan buatan (AI) untuk gadget Lenovo. Kemitraan ini juga menjadi solusi bagi para pembuat gadget yang mencari AI yang efektif.

Hal ini diumumkan oleh juru bicara Baidu yang mengatakan bahwa AI yang dikembangkan Baidu bekerja sama dengan Lenovo akan menggunakan model bahasa skala besar (LLM) Earnie yang sudah ada. Kemitraan ini serupa dengan kemitraan antara Samsung dan Honor yang dilansir detikINET dari Reuters (2 Desember 2024).

Analis Counterpoint Ivan Lam mengatakan kolaborasi ini tidak hanya akan membantu Baidu dalam pengembangan AI. Kemitraan ini merupakan langkah menuju peningkatan kepemilikan dan daya saing LLM dengan perusahaan-perusahaan AS. AI dalam mengintegrasikan AI di smartphone.

“Mengubah LLM menjadi ponsel pintar adalah saat yang tepat untuk mempromosikan fitur-fitur yang ditenagai AI, yang saat ini terbatas, namun dalam jangka panjang fitur-fitur tersebut (Tiongkok) mungkin menjadi ‘yang harus dimiliki’ dengan AI,” kata Ivan Gwayana.

Sejak diperkenalkannya ChatGPT pada akhir tahun 2022, muncul tren untuk mengintegrasikan AI, khususnya layanan chatbot real-time, ke dalam ponsel pintar. Saat itu, Google memimpin dengan memperkenalkan AI di Google Pixel. Belakangan, Apple disebut-sebut akan menghadirkan Generative AI ke iPhone.

Sebelumnya, Lenovo menyematkan Earnie Bot pada browser dan aplikasi di komputer, laptop, dan tablet, khususnya versi China.

Selain Lenovo, beberapa brand seperti Vivo, Xiaomi, dan Huawei juga turut berkolaborasi dalam pengembangan AI yang disematkan pada gadget. Hal ini diumumkan oleh CEO Baidu Robin Li, namun Baidu tidak mengungkapkan rincian kemitraan tersebut.

Firma riset Canalys memperkirakan bahwa pada tahun 2024, 5% ponsel cerdas yang dikirimkan ke seluruh dunia, atau sekitar 60 juta ponsel, akan memiliki AI yang tertanam di dalamnya. Namun, Canalys memperkirakan jumlah ponsel cerdas berkemampuan AI akan menggunakan ChatGPT, AI yang dikembangkan oleh OpenAI dan Google.

Layanan Google tidak tersedia di Tiongkok. Untuk itu, perusahaan ponsel pintar Tiongkok bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk mengembangkan AI. Saat ini, beberapa perusahaan Tiongkok seperti Baidu, Alibaba, dan Tencent telah menyediakan lebih dari 200 model AI untuk dimasukkan ke dalam smartphone Tiongkok. Tonton video “Tweet lucu dari netizen tentang Shin Tae-young” (rns/fay)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *