Jakarta –

Read More : Makan Bergizi Gratis Prabowo Butuh Tambahan Rp 100 Triliun

Panitia Dieng Culture Festival (DCF) telah mengumumkan jadwal DCF XIV 2024. Lokasinya masih dalam pembahasan.

Masa penggunaan DCF Faozi, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, seperti dikutip Antara, Senin (10/6/2024)

Ali dan tim kini sedang mempersiapkan jadwal detailnya mengingat pementasan DCF XIV 2024 mengusung tema “Back to the Journey” yang fokus pada pemulihan nilai-nilai budaya. Oleh karena itu, lanjutnya, banyak pertunjukan musik yang biasa digelar di setiap rangkaian kegiatan DCF akan dikurangi.

“Dalam banyak pertandingan DCF sebelumnya, ada dua acara musik yaitu Jazz Di Atas Awan dan Harmoni Di Atas Awan. Di DCF ini mungkin Harmoni Di Atas Awan yang rilis dulu, jadi yang ada hanya Jazz Di Atas Awan,” ujarnya. .

Oleh karena itu, kata dia, acara live music DCF XIV 2024 hanya akan berlangsung selama satu malam saja.

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan pertunjukan Athas Awan Harmoni dan Athas Awan Jazz akan menjadi agenda tersendiri, terpisah dari Dieng Culture Festival. Hal ini untuk melipatgandakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng.

Oleh karena itu, ke depan kegiatan DCF akan lebih fokus pada permainan kesenian rakyat, dan acara puncaknya adalah anak-anak berambut gimbal, ujarnya.

Untuk memastikan hal tersebut, Ali akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Diyen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pertemuan virtual pada Senin (10/6).

Selain itu, Ali akan memverifikasi lokasi penerapan DCF. Ia berharap DCF juga diperkenalkan di kompleks Candi Arjuna dan Lapangan Pandawa.

Keterkaitan ini diperlukan karena ada perubahan pengelolaan, yang sebelumnya kawasan DCF diselenggarakan di kawasan yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), kini menjadi Museum dan Cagar Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan. .

Oleh karena itu, Ditjen Kebudayaan juga ingin mengetahuinya karena merupakan hal baru bagi mereka, meskipun kegiatan DCF kini menjadi bagian dari acara Kharisma Nusantara. Besok kita jelaskan konsepnya termasuk menunggu jalannya, semoga tidak ada perubahan,” ujarnya.

Dikatakannya, berdasarkan informasi terakhir, Lapangan Pandawa sebelumnya masuk zona 2, namun setelah pemugaran Candi Setyaki kini menjadi zona 1, sehingga akan diperhitungkan dampaknya karena sudah masuk zona cagar budaya.

Karena kemungkinan besar akan digelar rapat koordinasi pada Senin (10/6) mendatang, ia berharap pihak-pihak yang mengetahui masa lalu DCF bisa memberikan informasi kepada pihak-pihak yang belum mengetahuinya agar tidak sekadar berspekulasi.

“Kalau tidak ada kendala, besok Kamis (13/6) kita alihkan ke simulasi penggunaan DCF – tahun lalu,” ujarnya.

Dalam beberapa pertandingan DCF yang lalu, kata dia, KPw BI Purwokerto telah memberikan dukungan untuk melaksanakan agenda wisata budaya tahunan tersebut.

Dia menyetujui DCF itu

“Kami berharap nama kami (DCF, Red.) tetap bisa menjadi nilai negosiasi yang tinggi sehingga BI Purwokerto bisa memberikan dukungan karena jika melihat animo wisatawan pada setiap acara DCF sangat tinggi dan tidak hanya dikunjungi oleh lokal. turis, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia , “kata Alif. Saksikan video “Misteri Bocah Rambut Gimbal di Dieng yang Dianggap Istimewa” (fem/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *