Jakarta –
Read More : Jadwal Long Weekend Bulan Mei 2025: Ada Libur Tanggal 13 Mei
Pramugari tertua dan terlama di dunia meninggal dunia pada usia 88 tahun. Pramugari lain menyuruhnya untuk “terbang tinggi” selamanya.
Pensiun bukanlah sebuah kata dalam kosa kata Bette Nash, ketika ia memulai karirnya pada tahun 1957 pada usia 21 tahun. Ia terus aktif bekerja sebagai pramugari hingga kematiannya.
Berbicara pada peluncuran Daily Star, Selasa (6 April 2024), Betty telah bekerja selama hampir tujuh tahun dan memiliki segudang pengalaman, salah satunya memberikan layanan penerbangan untuk keluarga John F. Kennedy.
Dia meninggal minggu lalu saat dirawat di rumah sakit setelah berjuang melawan kanker payudara.
American Airlines, perusahaan tempat dia bekerja selama 67 tahun, memposting penghormatan dan belasungkawa kepadanya di X, sebelumnya Twitter.
Maskapai tersebut menulis: “Kami berduka atas meninggalnya Betty Nash, yang menghabiskan hampir tujuh tahun di udara dengan penuh semangat melayani penumpang kami…Betty menginspirasi generasi pramugari. Terbang, Betty.”
Tak hanya itu, Professional Flight Attendants Association, serikat pekerja yang mewakili karyawan American Airlines, juga menyampaikan rasa hormatnya di Facebook.
“Karier Betty yang luar biasa berlangsung selama lebih dari enam puluh tahun, selama waktu itu dia menyentuh banyak sekali kehidupan dengan semangat, dedikasi, dan pelayanan yang tak tertandingi,” tulis asosiasi tersebut.
“Semangatnya terhadap penerbangan dan komitmennya terhadap penumpangnya benar-benar menginspirasi. Warisan Betty akan selamanya dikenang oleh komunitas penerbangan dan semua orang yang mengenalnya,” lanjut postingan tersebut.
Sebagai pramugari senior, Betty bisa terbang dengan rute apa pun yang diinginkannya. Salah satu rute favoritnya adalah Washington, D.C.-Boston. Itu karena dia bisa pulang ke Virginia untuk merawat putranya, yang menderita sindrom Down.
Pada tahun 2022, Bette masuk dalam Guinness Book of World Records sebagai pramugari terlama yang pernah tercatat.
Sementara itu, pada tahun 2017, saat ia merayakan hari jadinya yang ke-60, pihak maskapai menyajikan lobster dan Kennedy menaruh dagingnya di piring.
“Pekerjaan saya sangat berarti bagi saya. Menyenangkan,” ujarnya.
Bahkan Daily Mail saat itu memberitakan bahwa Betty belum berniat pensiun. Wanita tersebut dilaporkan masih cukup kuat untuk mengangkat penumpang yang sakit atau terluka dari tempat duduknya ke lorong pesawat untuk melakukan CPR. Namun, Betty mengatakan tahun-tahun pertama karirnya tidaklah mudah.
“Anda harus memiliki tinggi badan tertentu, berat badan tertentu. Sebelum menjadi buruk. Berat badan Anda bertambah beberapa kilogram dan jika Anda tetap seperti itu, mereka akan mengeluarkan Anda dari daftar gaji,” katanya.
Selain batasan berat yang ketat, maskapai penerbangan juga menerapkan kebijakan ekstrem seperti seringnya melakukan inspeksi terhadap akomodasi mereka, kata Bate. Hal ini untuk memastikan bahwa dia tidak tinggal bersama seorang laki-laki, karena menjadi lajang adalah salah satu persyaratan pekerjaannya.
Dia memulai karirnya ketika harga tiketnya hanya $12 (sekitar Rs. 194.000). Teknologi belum modern, bahkan jadwal penerbangan pun ditulis di papan tulis setiap pagi dan sore. Saksikan video “Sekilas persiapan kru sebelum penerbangan” (wkn/fem)