Jakarta –
Read More : Pria India Menghilang, Perusahaannya Diduga Pasok Pager Hizbullah
Enkripsi adalah teknologi yang dapat menjaga privasi dan keamanan data di era digital ini. Untuk menghindari ancaman keamanan informasi, memahami cara kerja enkripsi menjadi semakin penting.
Privasi telah menjadi cara penting bagi individu dan perusahaan untuk melindungi informasi penting agar tidak diretas. Mari pelajari di bawah ini cara kerja enkripsi.
Enkripsi atau enkripsi adalah proses mengubah data dari karakter yang dapat dibaca menjadi karakter yang tidak dapat dibaca. Merujuk pada buku Computer Discovery karya Shelly Cashman Vermatt, teknik ini digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah.
Data terenkripsi dapat disimpan atau dikirim sebagai email. Namun untuk membaca data tersebut, penerima harus mendekripsi (decrypt) atau memecahkan kodenya. Hal ini untuk mengubah data kembali agar dapat dibaca pada saat operasi enkripsi
Dalam sistem ini, data yang tidak terenkripsi dan dapat dibaca disebut plaintext, dan data yang terenkripsi disebut ciphertext. Untuk mengenkripsi data, data asli diubah dari plaintext menjadi ciphertext menggunakan kunci rahasia. Dalam bentuknya yang paling sederhana, kunci rahasia adalah rumus standar yang digunakan penerima data untuk menguraikan teks tersandi.
Ada dua jenis enkripsi yang bekerja tergantung modenya, yaitu enkripsi asimetris dan asimetris. Mengutip laman Investopedia, Binus dan Delinea. Berikut penjelasan keduanya: 1. Rahasia simetris
Enkripsi simetris adalah enkripsi yang menggunakan kunci yang sama untuk mengenkripsi teks biasa dan mendekripsi teks tersandi. Jenis enkripsi ini digunakan ketika kecepatan lebih penting daripada keamanan.
Kata-kata yang digunakan dalam enkripsi simetris dapat berupa angka, kata, atau huruf acak. Penerima dan pengirim mempunyai kunci rahasia yang sama untuk proses pertukaran data.
Contoh enkripsi adalah algoritma Rivest Shamir Adleman (RSA) yang populer, yang digunakan untuk mengenkripsi data dengan kunci publik dan mendekripsinya dengan kunci pribadi. Tujuan enkripsi adalah transmisi data yang aman.2. Enkripsi asimetris
Enkripsi asimetris merupakan enkripsi yang menggunakan dua password yang berbeda antara mengenkripsi plaintext dan mendekripsi ciphertext. Satu kunci disebut privat dan kunci lainnya disebut publik.
Kunci publik dan privat dihasilkan secara berpasangan. Kunci pribadi dapat digunakan untuk mendekripsi apa pun yang dienkripsi dengan kunci publik. Pengirim dan penerima menyimpan kunci pribadi dalam aplikasi atau lingkungan mereka.
Contoh enkripsi asimetris adalah Advanced Encryption Standard (AES). AES menjadi standar enkripsi dan digunakan di seluruh dunia sebagai standar pemerintah AS
Enkripsi memiliki manfaat yang sangat penting untuk menjaga keamanan data. Merujuk pada endpoint di halaman Shard Secure, berikut beberapa di antaranya.1. Lindungi privasi data
Keuntungan utama enkripsi adalah kemampuannya menjaga kerahasiaan data. Dengan mengenkripsi data, maka akan terlindungi dari akses yang tidak sah. Teknologi ini memastikan hanya individu yang berwenang yang dapat melihat data atau informasi.2. Membantu menjaga integritas data
Enkripsi tidak hanya melindungi data dari pencurian. tetapi juga segala macam intervensi. Data terenkripsi dalam bentuk yang tidak dapat dibaca, tetapi berisi hal-hal seperti checksum. Artinya, setiap perubahan pada data terenkripsi selama proses dekripsi akan mengakibatkan kegagalan interpretasi dan kehilangan data. Berkat enkripsi, data yang direkam 100% asli dan tidak dapat diubah.3. Hindari konsekuensi finansial dan hukum dari pelanggaran data
Pelanggaran data dapat menimbulkan konsekuensi finansial dan hukum yang serius. Bagi perusahaan, akibat tersebut tidak hanya berupa denda dan hilangnya pelanggan, namun juga gangguan usaha. Inilah yang membuat enkripsi data menjadi sangat penting. Tonton video ini “Hati-hati! Ini tandanya ada yang meretas akun pembayaranmu” (baris/baris)