Jakarta –

Read More : JNE Meriahkan Acara Puncak HUT Ke-34 dengan Santunan-Rilis Jaket Baru

Yamaha Motor Company, Ltd telah mengakui adanya kejanggalan prosedur selama pengujian sepeda motor di Jepang. Hal ini menyusul permintaan dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang (MLIT) untuk menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut.

Pabrikan berlogo Garpu Tala itu diperintahkan MLIT Jepang untuk menyelidiki apakah ada aktivitas penipuan dalam aplikasi homologasi kendaraannya. Yamaha telah diminta melakukan penyelidikan internal.

Hasilnya, kasus-kasus yang tidak pantas ditemukan dalam dua tes verifikasi, dan kami melaporkan rincian dan tindakan di masa depan kepada kementerian pada tanggal 31 Mei. Kami menangani kasus-kasus yang tidak pantas ini dengan serius dan meminta maaf secara mendalam. Kami mempercayai pengguna. Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. yang disebabkan oleh Anda, pelanggan, mitra bisnis, pihak terkait lainnya, dan pemangku kepentingan lain dari perusahaan kami telah dialihkan karena laporan kepatuhan. Ini menjamin tidak akan ada masalah dalam penggunaan sebenarnya,” tulis Yamaha dalam siaran persnya, Selasa (4 /6/2024).

Yang pertama terkait dengan uji kebisingan. Pada pengujian kebisingan ini, knalpot (knalpot) glass wool ditemukan dalam kondisi normal untuk digunakan di jalan raya. Pada proses pengkondisian, penguji sertifikasi menggunakan bahan peredam suara glass wool yang berbeda dari yang ditentukan, karena alat uji meleleh karena panas selama proses pengkondisian.

Penguji sertifikasi salah memutuskan bahwa boleh saja mengubah keluaran mesin untuk menghindari kerusakan alat uji, asalkan tidak mempengaruhi ketahanan dan kerusakan bahan wol kaca serta memenuhi kondisi pengujian, seperti tekanan gas buang, durasi. dan jumlah siklus pengujian.

“Kami telah menguji ulang semua model kendaraan saat ini yang terkena kondisi yang tidak memenuhi kondisi yang ditentukan dan memverifikasi bahwa model tersebut memenuhi semua standar. Kami telah menangguhkan pengiriman produk yang terkena dampak saat ini. Kami akan memperbarui hasil pengujian ulang . hadiah.” Selain itu, tidak ada kasus terkonfirmasi yang dapat menimbulkan masalah pada penggunaan sebenarnya baik pada kendaraan yang pengirimannya tertunda maupun pada kendaraan yang sudah dikirimkan,” tulis Yamaha.

Dalam perjalanannya kali ini motor Yamaha YZF-R1 terkesan.

Masalah kedua adalah ketidakteraturan uji tekanan suara klakson. Pada saat mengajukan jenis kendaraan, nomor sasis kendaraan selain yang diuji dicantumkan dalam dokumen permohonan. Karena kesalahpahaman aturan, penanggung jawab permohonan tidak menyerahkan tabel alokasi dan menyerahkan dokumen permohonan dengan nomor sasis kendaraan yang berbeda dengan pengujian.

Yamaha mengatakan: “Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah berkonsultasi dengan otoritas terkait mengenai produk yang terkena dampak. Kami juga memahami bahwa tidak ada masalah dalam penggunaan sebenarnya dari kendaraan yang terkena dampak tersebut.”

Dalam hal ini, sepeda motor yang terdampak adalah Yamaha YZF-R3 dan Yamaha TMAX.

DetikOto mencoba mengonfirmasi ke pihak Yamaha Indonesia untuk menanyakan apakah model di Indonesia juga terdampak. Namun, Wakil Presiden Antonios Vidyantoro, general manager pemasaran dan hubungan masyarakat di PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan. Tonton video “Yamaha Lexi LX 155 Diluncurkan, Pasar Skutik Memanas!” (rgr/din)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *