Jakarta –
Read More : Buset, Bea Cukai Sita Narkoba Dua Kali dalam Seminggu dari Turis yang Sama
PT Flobamore ditunjuk Pemerintah Provinsi NTT untuk mengelola usaha Taman Nasional Komodo. Mereka melakukan hal yang berbeda tergantung pada wisatawan.
Komisaris Utama (Comut) PT Flobamore, Samuel Haning mengatakan, sejak saat itu, berbagai hal telah dilakukan PT Flobamore untuk mendorong pengembangan pariwisata. Mereka meningkatkan pembenahan dan infrastruktur di dua destinasi wisata tersebut.
Merekalah yang memasang rambu larangan, papan informasi, memperbaiki jalan setapak, menyediakan tempat duduk pengunjung, dan memperbaiki toilet. Selain itu, PT Flobamor juga sedang melakukan renovasi dermaga di Pulau Padre Selatan secara bertahap.
“PT Flobamore juga melakukan patroli bersama Balai Taman Nasional Komodo untuk mencegah pencurian rusa yang merupakan makanan utama komodo, dan pencurian anakan komodo untuk diperdagangkan,” kata Samuel kepada anak-anak Bali, Minggu (06/02/2024). ). .
Selain itu, sejak penunjukan PT Flobamore sebagai pengelola TNK dan Pulau Padre Selatan, muncul penolakan terhadap perusahaan yang ditugasi mengelola kedua lokasi wisata tersebut.
Samuel pun tak memungkiri banyak penolakan setelah mendirikan PT Flobamor karena biaya pemandu dinilai terlalu mahal.
“Saat PT Flobamor diberi mandat mengoperasikan KNP, terjadi demonstrasi masyarakat untuk menghentikan PT Flobamor mengoperasikan TNK. PT Flobamor sudah melalui banyak hal, mulai dari penolakan,” ujarnya.
“Kenaikan tarif pemandu menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggiat pariwisata di Labuan Bajo, serta pemberitaan negatif seputar kegiatan tersebut,” kata Samuel.
Diberitakan sebelumnya, Bos BTNK Hendrikus Rani Siga mengungkapkan PT Flobamore sudah meninggalkan Taman Nasional Komodo. Ada dua perusahaan yang menggantikan PT Flobamor di Taman Nasional Komodo.
“PT Flobamor telah menyatakan tidak dapat memenuhi izin usahanya dan tidak lagi beroperasi di TNK (Taman Nasional Komodo),” kata Hendrikus, Sabtu (6/1).
PT Flobamor telah beroperasi di Taman Nasional Komodo dalam beberapa tahun terakhir setelah memperoleh izin komersial untuk menyediakan jasa wisata alam. Dalam operasionalnya, PT Flobamor membiayai jasa pemandu naturalis dari wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo.
PT Flobamore telah dipercaya mengelola dua lokasi wisata di Labuan Bajo sesuai Surat Perintah Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 293/KEP/HK/2020 tanggal 12 Oktober 2020.
PT Flobamore telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Hala Taman Nasional Komodo untuk pengembangan pariwisata. Hal ini berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) No. PKS.1/T.17/TU/REN/2/2022 dan No. 01/FLB-PKS/II/2022 tanggal 4 Februari 2022. Baca selengkapnya di artikel detikBali. Video “Sandiaga Uno tentang Taman Nasional Komodo dari manajemen” (msl/fem)