Jakarta –
Read More : AC Split 1/2 PK + Pipa & Instalasi Rp 2,7 Juta Cuma di Transmart Full Day Sale
Seks merupakan salah satu cara untuk membuat pasangan suami istri semakin harmonis. Namun, beberapa pasangan mungkin terjebak dalam hubungan sexless atau pernikahan tanpa jenis kelamin.
Bagian Halaman Pikiran Yang Sangat Baik Pernikahan tanpa jenis kelamin adalah pernikahan di mana tidak ada aktivitas seksual di antara pasangan. Beberapa ahli menganggap pernikahan tidak memiliki jenis kelamin jika tidak ada keintiman seksual selama satu tahun atau lebih.
Ada yang mengartikan pernikahan sebagai pasangan yang tidak berhubungan seks selama sebulan. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pernikahan tanpa jenis kelamin, seperti: 1. Stress
Stres yang berlebihan dapat mengganggu atau merusak gairah seks. Hormon stres kortisol memainkan peran utama dalam proses ini. Ketika kadar kortisol meningkat, hormon seks dan libido menurun.
Saat stres, kadar kortisol akan sembilan kali lebih tinggi dibandingkan saat Anda santai.
Dampak psikologis dari stres dapat membuat seseorang menjadi sangat lelah dan cemas. Akibatnya, seseorang tidak memiliki keinginan atau tenaga untuk melakukan hubungan seks.2. Perubahan hasrat seksual
Perubahan hasrat juga bisa menurunkan frekuensi berhubungan intim. Misalnya suami ingin berhubungan seks tetapi istri tidak.
Meski hal ini tidak selalu menjadi masalah, namun hasrat seksual yang tidak memadai dapat menimbulkan perasaan penolakan pada pasangan dengan libido tinggi. Selain itu, libido yang rendah dapat menyebabkan rasa bersalah atau cemas pada pasangan.3. Komunikasi yang buruk
Selain gairah, komunikasi yang buruk bisa berujung pada pernikahan tanpa jenis kelamin. Penelitian menunjukkan bahwa ketidakbahagiaan dalam hubungan di mana pasangan memiliki tingkat keinginan yang berbeda sebagian besar disebabkan oleh komunikasi yang buruk.
Kurangnya komunikasi yang baik untuk memahami hasrat seksual satu sama lain dapat memperburuk hubungan seksual. Bahkan bisa menyebabkan jarangnya melakukan hubungan seksual 4. Penyakit mental atau fisik
Kondisi kesehatan kronis, nyeri sendi, nyeri otot, kanker, depresi, dan penyakit lainnya dapat memengaruhi kehidupan seks Anda. Ini mungkin merupakan efek samping dari masalah kesehatannya atau obat yang ia konsumsi untuk mengobatinya.
Misalnya, inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) digunakan untuk mengobati depresi. Obat ini dapat menyebabkan disfungsi seksual 5. Rendahnya hasrat seksual
Kondisi ini disebut dengan dorongan seks hipoaktif (HSDD). Gairah seks yang rendah ini merupakan masalah yang bisa dialami oleh pria dan wanita.
American Sexual Health Association menyatakan bahwa tidak adanya hasrat, pikiran, atau fantasi seksual pada HSDD menyebabkan tekanan pribadi.
Beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap perkembangan HSSD. Misalnya depresi, trauma fisik atau seksual, penyalahgunaan atau kecanduan narkoba, atau pengobatan tertentu.
Bisa juga karena penyakit yang menyebabkan rendahnya gairah seks, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau sindrom metabolik. Tonton video “Waktu Terbaik Pasangan Berhubungan Seks di Bulan Ramadhan” (sao/kna).