Jakarta –

Read More : Lion Air Siap Dukung Penerbangan Haji 2025

Badan Pusat Statistik telah merilis data jumlah pengeluaran wisman pada tahun 2023. Negara manakah yang paling dermawan mengeluarkan uang di Indonesia?

Wisatawan yang paling banyak mengeluarkan uang saat berkunjung ke Indonesia berasal dari Eropa.

Tiga negara Eropa yang paling banyak mengeluarkan uang ke Indonesia adalah Austria (sekitar $4.274,22, Rp69,4 juta); Swiss (US$4.151,25 atau sekitar Rp67,4 juta) dan Inggris (US$3.394,13 atau Rp55,1 juta); Mengunjungi

Catatan 1 USD = Rp 16.245

Di sisi lain, wisatawan yang mengeluarkan uang lebih sedikit saat berkunjung ke Indonesia berasal dari kawasan ASEAN.

“Wisatawan asing yang berkunjung pada hari libur, bekerja sebagai manajer, dan mereka yang berasal dari Austria rata-rata cenderung mengeluarkan biaya paling besar saat berkunjung ke Indonesia,” tulis BPS.

Tiga negara dengan pendapatan terendah di Indonesia adalah Malaysia (sekitar 9,6 juta rupiah), 3 negara ASEAN; Kunjungi Thailand (Rs 11.683,27) dan Vietnam (Rs 760,41 sekitar 12,3 juta)

Jika dilihat dari tujuan utama kunjungan, rata-rata biaya kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung sebagai berlibur mempunyai nilai paling besar yakni mencapai US$ 1.755,88.

Wisatawan asing yang datang ke Indonesia dengan tujuan utama bisnis dan kegiatan pribadi lainnya rata-rata mengeluarkan biaya masing-masing sebesar US$1.584,57 dan US$921,40.

Di sisi lain, jika dilihat dari pekerjaan utamanya, wisatawan asing yang bekerja sebagai manajer mengeluarkan biaya paling besar dalam setiap kunjungan ke Indonesia, hingga US$1.791,34.

Wisatawan yang pekerjaan utamanya adalah pekerja profesional menjadi pembelanja terbesar kedua ketika berkunjung ke Indonesia, yakni sebesar US$1.741,07.

Jika ditengok lagi, Wisatawan mancanegara yang berstatus pelajar tercatat mengeluarkan minimal 1.460,98 euro untuk berkunjung ke Indonesia.

Pada tahun 2023, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mengeluarkan rata-rata US$1.625,36 per kunjungan, meningkat 12,25 persen dibandingkan tahun 2022.

Dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi COVID-19, rata-rata pengeluaran wisman pada tahun 2023 masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran wisman pada tahun 2019 yaitu sebesar US$ 1.145,64.

“Peningkatan total belanja kunjungan wisman pada tahun 2023 antara lain disebabkan oleh peningkatan total lama tinggal wisman,” tulis BPS.

Berdasarkan informasi Direktur Jenderal Departemen Imigrasi. Pada tahun 2023, lama kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 12,71 malam, dan pada tahun 2022 tercatat 12,45 malam.

Selain rata-rata lama menginap, pengeluaran semalam juga mempengaruhi total pengeluaran wisman per kunjungan.

Pada tahun 2023, jumlah wisatawan yang bermalam mencapai rekor US$127,88, meningkat 26,45% dibandingkan rekor tahun sebelumnya sebesar US$101,13.

(hh/mm)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *