Magelang –

Read More : Sejarah Penyebaran Islam di Palabuhanratu Tak Lepas dari Gunung Winarum

Pada perayaan Waisak 2024, masyarakat dari berbagai suku dan agama duduk bersama bermeditasi khusyuk di depan Candi Borobudur.

Ribuan tamu menghadiri perayaan Waisak di Candi Borobudur. Tidak hanya umat Buddha, perwakilan berbagai etnis pun turut serta dalam berbagai perayaan.

Salah satunya adalah momen meditasi kelompok. Ratusan orang terlihat duduk dengan penuh perhatian memandang ke arah Candi Borobudur. Tak hanya umat Buddha, peserta juga hadir dari etnis lain.

Misalnya, beberapa peserta yang mengenakan jilbab menunjukkan tanda-tanda beragama Islam. Beberapa wisatawan asing juga terlihat mengikuti sesi upacara meditasi.

“Hari Waisak merupakan momen penting tidak hanya bagi umat Buddha. Karena meditasi bisa untuk semua orang, bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja,” kata narator sesi meditasi di Candi Borobudur, Kamis (23 Mei 2024).

“Pada titik ini kita hanya perlu tetap sadar dan memfokuskan pikiran kita,” lanjut narator.

Para peserta berpakaian putih itu duduk bersama, mata terpejam, bernapas perlahan, seolah sedang bermeditasi, bahkan di tengah kerumunan.

“Mari kita luangkan waktu sejenak untuk bermeditasi bersama dalam keheningan,” lanjut narator yang meminta para peserta untuk tetap fokus.

Peserta selanjutnya akan diminta menyalakan lampion kertas di penghujung perayaan Waisak di Candi Borobudur tahun 2024. Saksikan video “Suasana Gunung Bromo Dipadati Tamu Saat Festival Waisak” (wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *