Jakarta –

Read More : Viral Pantai Tasikmalaya Diserbu Ribuan Ikan Japuh, Fenomena Apa Ini?

Kabar baiknya, bunga bangkai berusia 35 tahun di Kebun Raya Ciboda mulai mekar kembali. Wisatawan jangan sampai melewatkan fenomena langka ini.

Bunga bangkai kembali mekar di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Tanaman induk dikoleksi sejak tahun 2000 di Sungai Manau, Batang Tulisi, Kawasan Taman Nasional Kerinci Seplat, Jawa Barat.

Amorphophallus titanum Becc atau Bunga Bangkai yang sedang mekar merupakan asal dari Bunga Bangkai yang terdapat di Kebun Raya Cibodas. Tumbuhan yang mempunyai bunga yang menjulang tinggi dengan tongkol atau serbuk sari yang dikelilingi selubung (sabata) ini merupakan tanaman asli Indonesia dan endemik Sumatera.

Selain ciri khasnya yang berbau bangkai, tanaman ini juga memiliki bunga terbesar di dunia atau disebut bunga raksasa dunia.

Bunga bangkai mempunyai masa berbunga setiap empat tahun sekali dengan tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (berdaun), fase generatif (berbunga), dan fase dorman. Saat tanaman ini mekar, waktu menikmatinya hanya sekitar tiga hingga lima hari.

Hal inilah yang menarik perhatian masyarakat untuk melihatnya, kata peneliti ahli muda Pusat Penelitian Biosistem dan Evolusi BRIN, Destry, dalam keterangan resmi yang diterima Ditik Edo, Minggu (26/5/2024).

Bunga bangkai juga masuk dalam daftar spesies terancam punah berdasarkan penilaian International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 2018. Keberadaan tumbuhan ini dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Bunga bangkai ini tercatat mekar ketujuh kalinya setelah pertama kali mekar pada tahun 2003. Berikut sejarahnya. Tanggal berbunga benih bunga bangkai

Bunga induk mekar pertama kali pada tahun 2003. Tinggi bunganya mencapai 2,7 meter.

Kemudian pada tahun 2007 bunganya mekar kembali dan tingginya mencapai 3,17 meter. Kenaikannya terus meningkat hingga mencapai 3,2 meter pada tahun 2011, tahun 2016 mencapai 3.735 meter, tahun 2017 mencapai 3,4 meter, dan tahun 2020 mencapai 3,52 meter.

Setelah berumur 35 tahun, bunga tersebut mulai mekar kembali pada 28 Februari 2024. Bunga tersebut mekar sempurna pada Sabtu (25/5) pukul 22.03 WIB dengan tinggi 340cm (3,40m) dan lebar 159cm.

Diketahui tinggi bunga ini pada tahun 2016 mencapai 3.735 meter. Namun kemudian tinggi bunganya tidak mencapai 3,7 meter atau lebih.

Saat berbunga pada tahun 2016 dan langsung berbunga kembali pada tahun 2017 tanpa ada fase vegetatif. Hal ini mempengaruhi cadangan makanan pada umbi, karena sekali berbunga membutuhkan banyak energi.

Oleh karena itu, tanaman ini memerlukan waktu untuk membangun cadangan energi pada umbi-umbiannya, kata Destry, agar suatu saat bisa kembali seperti tahun 2016 atau mungkin lebih.

Nantinya akan tiba saatnya Tanaman Bunga Mayat akan berada dalam sebuah adegan atau fenomena. Momen tersebut adalah ketika cadangan makanan menumpuk dalam jumlah banyak dan kemudian tanaman berbunga di ketinggian yang lebih tinggi dari biasanya.

________________

Artikel ini dimuat di detikEdu

Saksikan video “Bunga Bangkai Raksasa Mekar Ketujuh Kalinya di Kebun Raya Ciboda” (wkn/wkn)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *