Jakarta –
Read More : Pesawat Double Decker Hampir Punah, 11 Maskapai Tak Surut Menerbangkannya
Dua kepala desa ini, Valnang -Vyska di Bogor, Jawa Barat dan Vunut, yang pergi ke desa, Klaten, Trun -yava, menanggapi berbagai Yidpriti pada 1446. Desa utama di Bogor bertanya di Rp. 165 juta dari perusahaan, sementara kepala desa di Klaten didistribusikan oleh seutas benang dari tur pedesaan.
Surat itu ditandatangani oleh Pemimpin Desa (Kades), Valonuncgal, Bogor, Jawa Barat, meminta bantuan untuk liburan (THR) sebuah perusahaan yang didistribusikan di media sosial (media sosial). Kades Klapanumpgal Ade memaksa Saripudin untuk meminta maaf atas kejadian tersebut.
“Saya minta maaf atas sirkulasi desa kami untuk meminta uang untuk Ramadhan, yang akan tersebar luas di media sosial,” kata Ade dalam video, yang dibagikan pada hari Minggu (30 Februari 2025), mengatakan.
Dia mengatakan surat edaran itu menarik. Ade kemudian meminta pengusaha untuk mengabaikan surat -surat yang didistribusikan.
“Tujuan dari surat itu hanyalah banding.
Sekretaris Regional Bogor Regional Ajat Rochmat Jatnika tahu videonya. Dia meminta Inspektur Bogor Kabupaten untuk mengikutinya.
“Tentu saja, memutuskan apa yang terjadi, pemerintah Bogor Regency akan mengambil langkah -langkah untuk kepala desa,” kata Ayat.
“Saya memerintahkan Bogor’s Regery untuk menyelesaikan masalah ini sehingga informasi dan langkah -langkah yang lebih mendesak dapat meningkatkan kekuatan Kabupaten Bogor,” lanjutnya.
Ayat mengklaim bahwa bupati Boogh dibuat untuk regional dan DNA -dispenser yang tidak memerlukan THR. Surat edaran ditekankan bahwa pemerintah Bohor Regency melarangnya.
“Kami menekankan bahwa pada 24 Maret, Begent Bogor membuat surat edaran mengenai larangan itu di pemutaran perdana untuk ASN atau desa, dan mereka yang benar -benar melayani masyarakat telah gagal memenuhi permintaan THR,” katanya.
Berbeda dengan kepala desa Vunut, Tulung, Klanten, Java Center. Kepala desa (Kades) Wunut, Iwan Sulistya Setiawan, didistribusikan THR untuk penduduk, pos distribusi nominal mencapai 457,8 juta rp.
Uang itu diperoleh dari pendapatan asli (bantal) dari manajemen desa taman air Umbul Pelem, yang membawa 25 miliar rp.
“Jumlah total dana pedesaan yang telah kami investasikan di Umbul Pelem Water Park adalah 2,4 miliar rp. Alhamdulah, dari modal kami 2,4 miliar RP, kami memiliki hampir 25 miliar RP,” kata Ivan pada 19 Maret.
Ivan mengatakan jumlah total warga yang diterima oleh THR mencapai 2.289 orang yang menyebar ke 14 RT dan 6 RW. Distribusi utas ini dibuat pada hari Selasa (3/18) di kantor desa Wunut.
Warga memenuhi syarat untuk THR cukup untuk memindahkan kartu KK dan undangan sebagai kondisi pencarian.
“(THR -DETACHMENT) telah melewati tahun ketiga sejak 2023,” katanya.
Untuk jumlah utas yang didistribusikan oleh penghuni, yaitu RP. 200 ribu. Nilai ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah topik yang dijadwalkan di tahun sebelumnya.
“Kami ingin masyarakat kami bahagia, meskipun hanya satu 200.000 rp, berharap itu dapat membantu masyarakat kami,” katanya.
“Nomor nominal tahun ini telah dua kali lipat tahun ini. Tahun lalu, setiap KUHP sekarang adalah setiap jiwa, kami berharap bahwa di masa depan bisnis kami akan meningkat lagi sehingga dapat memberikan lebih banyak bagi masyarakat,” tambah Ivan.
Distribusi THR tidak terbatas pada penduduk yang tinggal di Dewa Wunut. Untuk warga Wunut, orang -orang yang tinggal di luar desa juga mendapat utas dengan nominal yang sama.
Lihat video “Call Yourself in the Blowing Balls dan berkolaborasi dalam jumlah” (FEM/FEM)