Domarta –
Read More : Diduga Berikan Diskon Palsu, 2 Raksasa Retail Australian Ini Kena Gugat
Provinsi provinsi (Pemprop) Dkikarta diminta untuk segera menyelesaikan masalah pekerjaan sehingga penduduk Dżakarta tidak mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.
Seorang anggota DKI DPRD, Lukmanul Hakim, ingat bahwa jika penduduk Dżakart kesulitan menemukan pekerjaan, itu bisa sangat berbahaya. “Jangan tinggalkan penduduk Dżakarta merasa sulit untuk mencari pekerjaan. Jika itu terjadi sebagai ayam mati di gudang nasi,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dibuat Kamis (03/13/2025).
Menurut Lukman, meskipun Jakarta memiliki masalah penting lainnya, seperti kemacetan lalu lintas, banjir dan polusi udara, yang juga harus diperbaiki, masalah ketenagakerjaan masih harus memperhatikan dengan serius. Selain itu, banyak penduduk Dżakarta dicatat sebagai imbalan pekerjaan.
“Pemerintah provinsi DKI harus menjadwalkan program untuk warganya. Tentu saja, tidak boleh diam jika warga negara mengalami kesulitan menemukan pekerjaan,” katanya.
Data terbaru dari Central Statistics Agency (BPS) berdasarkan Survei Survei Tenaga Kerja Nasional (SACECERNAS) pada Agustus 2024 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta dicatat 6,21%. Meskipun ada penurunan 0,32% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada lebih dari 600.000 penduduk Dżakarta, dari 10,8 juta penduduk.
“Jika mereka berkumpul, wilayah Monas akan ramai,” canda dia, merujuk pada jumlah penduduk Jakarta yang masih mencari pekerjaan.
Sementara itu, jumlah penduduk Jakarta yang bekerja dicatat pada 5,11 juta pada Agustus 2024, yang mewakili peningkatan 35.000 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebagian besar pekerjaan saat ini berasal dari sektor informal yang mengkonsumsi 1,85 juta orang, atau sekitar 36,31% dari total tenaga kerja di Jakarta. Sektor informal ini didominasi oleh pasokan akomodasi, makan dan minum.
Lukman berharap bahwa gubernur Pamonia Anung dan wakil gubernur di pagi hari akan dapat fokus pada penyelesaian masalah yang berkaitan dengan pekerjaan di Jakarta, karena kinerja masyarakat merupakan dasar penting untuk hidup bersama. Menurutnya, sektor ketenagakerjaan memiliki dampak yang luas, termasuk stabilitas ekonomi, fiskal dan sosial-politik di wilayah tersebut.
“Masalah ketenagakerjaan, khususnya ketersediaan pekerjaan, sangat penting untuk solusi langsung,” katanya.
Lukman menyarankan agar pemerintah provinsi DKI Jakarta segera menempatkan hubungan dan korespondensi antara perusahaan pendidikan dan industri. Untuk alasan ini, Anda harus melakukan Survei Identifikasi Kebutuhan Industri (IKI) untuk memperbarui data yang ada. Analisis survei harus meningkatkan program studi, terutama di sekolah -sekolah profesional, seperti profesional dan politeknik di bawah pemerintahan provinsi DKI Jakarta. Dengan cara ini, lulusan pendidikan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan pengembangan industri.
Sebagai perwakilan rakyat, Lukman menyatakan harapannya yang besar kepada gubernur dan wakil pemerintah DKI Jakarta untuk dapat mencapai aspirasi warga Jakarta dan kebijakan saat ini yang relevan dengan zaman. “Saya optimis, jika disiapkan dengan baik, Jakarta bisa menjadi kota dunia dan telah mencapai Indonesia Gold 2025,” pungkasnya.
Lihat juga Video: PBNI, Dorong Pemerintah untuk memastikan BPJ kerja untuk Ojeg-Petani
(RRD / RIR)