Jakarta –

Read More : Masuk Pemerintahan Prabowo-Gibran, Program JKN BPJS Kesehatan Dipastikan Lanjut

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menemukan satu galon untuk mengulangi Bisphenol A (BPA) atau terbuat dari polikarbonat memiliki penggunaan dua hingga empat tahun. Bahkan, satu galon lebih disukai hanya dapat digunakan untuk maksimal satu tahun.

“Konsumen memasak harus menggunakan galon bekas yang telah (usia) selama dua tahun, sudah tiga tahun, bahkan saya menemukan galon berusia empat tahun. Pengalamannya sudah jauh, saya telah berada di mana-mana selama empat tahun,” kata Ketua KKI David Toving di Forum Pemimpin Detikcom, di Jakarta Selatan, Selasa (4/2/22).

Menurut David, masih ada banyak konsumen yang tidak tahu bagaimana mengetahui usia galon untuk digunakan kembali. Ini karena produsen menambahkan informasi yang berkaitan dengan usia di bagian bawah galon, sehingga sangat kurang praktis bagi konsumen.

“Tapi itu masalah (lihat usia Galon) jika kita membeli, kita harus mengangkat galon terlebih dahulu, bermain jadi, peduli. Dan ya ini benar -benar konsumen kita telah menyerahkan, disuruh merawat,” kata David.

Dalam jangka panjang, paparan BPA untuk tubuh dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi, penyakit kardiovaskular, kanker, gangguan ginjal, bahkan masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak -anak.

Para ahli berasumsi bahwa setiap galon re -galon di pasaran setidaknya mengisi dan dicuci seminggu sekali. Di sisi lain, “batas aman” untuk penggunaan galon untuk digunakan kembali menurut produser hanya 40 pada pengulangan (mencuci dan mengisi ulang), sehingga kurang dari setahun adalah waktu yang disarankan untuk penggunaan galon.

Demikian pula, ketua Asosiasi Indonesia Indonesia (AIMI), Sembilan Umar, menyesalkan penggunaan galon yang masih tersebar luas yang terbuat dari plastik polikarbonat di Indonesia.

“Saya selalu mengingatkan Anda, BPA seperti polusi, tetapi tidak terlihat. Hanya dikonsumsi, hamst dan dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang,” kata Nia. Lihat video “Aturan BPA di Indonesia, jadi siapa tanggung jawabnya?” (Dpy/up)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *