Jakarta –
Read More : Toyota Optimistis Pasar Mobil Nasional Tahun 2024 Tembus 900 Ribu Unit
Banyak permasalahan yang melatarbelakangi pelayanan Direktorat Jenderal Bea dan Komoditi Kementerian Keuangan. Beberapa kejadian menjadi sorotan karena menjadi viral di media sosial.
Presiden Joko Widodo juga menyoroti dampak tarif dan tarif. Dia mengatakan, akan diadakan rapat terbatas khusus yang akan menilai segala permasalahan yang ada di pihak bea cukai.
“Iya, nanti kita finalkan di rapat lokal,” kata Sulsel, Selasa (14/05/2024). Hal itu dipaparkan Jokowi saat berkunjung ke RSUD Konawe.
Berdasarkan catatan detikcom, dalam sebulan terakhir saja ada tiga permasalahan yang dihadapi Bea dan Cukai akibat aduan yang viral di media sosial. Pembelian sepatu olah raga dikenakan biaya sebesar Rp31 juta; alat peraga untuk siswa sekolah luar biasa yang harganya ratusan juta rupee; Dimulai dari pembelian sepatu olah raga impor untuk dilakukan pemeriksaan ulang terhadap mainan milik pelaku yang diamankan.
Persoalan terkini di Bea dan Cukai adalah ada petugas yang diduga tidak menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Pegawai (LHKPN) dengan benar. Rahmady Efendi Hutahaean (REH), mantan Kepala Dinas Bea dan Cukai Purwakarta, dilaporkan pengacara dari Eternity Global Law Firm, Andreas.
REH diketahui menjalin hubungan bisnis dengan klien Andreas, Wijanta Tirtasan. Kerja sama tersebut akan berlangsung pada tahun 2017 hingga 2022.
Andreas mengaku khawatir bisnis kliennya akan dituntut terkait skandal korupsi. Setelah lamaran Andreas, Bea dan Cukai langsung mengumumkan pencabutan REH.
Tonton juga video: Sri Mulyani Kirim Pesan ke Petugas Bea Cukai.
(benda/gambar)