Jakarta –

Read More : Prabowo Rapat Penerimaan Negara Bareng Sri Mulyani-Airlangga, Ini Bocorannya

Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan memetakan dan menilai keterampilan dan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditempatkan di ibu kota negara nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Ditargetkan pada tahun 2024 minimal ada 40.000 ASN pusat yang terorganisir dan diuji untuk diajukan ke IKN.

Wakil Presiden BKN Haryomo Dwi Putranto menargetkan tahun ini ada 60.000 ASN yang terklasifikasi dan diuji dengan anggaran Rp5,5 miliar. Beberapa tes tersebut dilakukan melalui tes berbasis komputer (CAT).

“40.000 ASN diarahkan ke lembaga pusat untuk dialihkan ke IKN dan 20.000 ASN dari organisasi pendukung IKN,” kata Haryomo, saat sidang dengar pendapat (RDP) bersama Menteri PANRB, BKN, dan Komisi II DPR. . pada tahun 2018. Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Proses ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2023, kata Haryomo, hingga 31 Mei 2024, pihaknya telah memetakan keterampilan dan kemampuan ASN sebanyak 14.954 orang.

Pada tahun 2023 saja, BKN akan memetakan dan menilai serta mengevaluasi kekuatan dan keterampilan 96.760 peserta ASN. Jumlah ini mencapai 60.000 poin dan melampaui target.

Haryomo mengatakan pemetaan dan evaluasi sasaran tersebut merupakan salah satu dari empat inisiatif utama BKN. Inisiatif penting lainnya adalah penyusunan standar penilaian keterampilan dan kemampuan ASN dalam rangka Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK). Anggaran sebesar Rp 2 miliar telah dialokasikan untuk program ini.

Kemudian rencana ketiga adalah menyusun usulan kebijakan sistem penggajian ASN sektor publik untuk tujuan kebijakan 1. Plafon rencana ini adalah Rp satu miliar.

Lebih lanjut, Kementerian Pendidikan Nasional dan Reformasi Birokrasi (PANRB) belum merilis jumlah ASN Kementerian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas mengatakan timnya melakukan simulasi bersama seluruh Sekretaris Jenderal (Sekjen) departemen dan Otoritas Ibu Kota Kepulauan (OIKN).

“KemenPANRB sudah melakukan simulasi dengan Sekjen seluruh layanan dan lembaga, dengan OIKN, dan Kementerian Sekretariat Negara. Kami sudah melakukan simulasi dari opsi 1,2,3,4 termasuk opsi lainnya,” kata Azwar pada situs tersebut. Pelayanan PANRB, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2024).

Dia mengatakan keputusan sebelumnya adalah menteri akan ke IKN terlebih dahulu. Keputusan akhirnya adalah setiap departemen mempunyai pejabat pemerintah yang masuk IKN atau diangkat. Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan banyak rencana pemindahan ASN ke IKN. Namun hal ini dapat disesuaikan dengan akomodasi.

“Dari anggaran 11 ribu, 14 ribu, 6 ribu sampai 3.216 sudah kita siapkan sesuai rumah yang tepat sekarang,” ujarnya.

Selain penataan tempat tinggal, kata dia, tindakan IKN juga bergantung pada keputusan pihak Biara. Rencananya ASN akan mulai beroperasi setelah Agustus 2024. Ia pun memastikan ASN yang pindah ke IKN akan mendapat manfaat. Benefit yang ditawarkan ASN lebih banyak dibandingkan yang didapat di Jakarta.

Karena dorongan itu, arahan dari Presiden, namun beliau belum mengambil keputusan mengenai syarat 1, 2, atau 3 yang akan diberikan, yang akan menjadi dorongan di luar dorongan yang diterimanya dari mereka di Jakarta, ” dia berkata. dikatakan.

Terkait insentif tersebut, pihaknya kini menunggu pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Kami masih menunggu pertemuan dengan OIKN dan Presiden mengenai manfaat yang akan diterima bagi mereka yang akan mendaki IKN,” ujarnya. (shc/kil)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *