Jakarta –
Tampaknya masyarakat harus berhati -hati dalam memilih Ramadhan Takjil. Karena Badan Pemantauan Obat (BPOM RI) masih menemukan makanan ringan yang mengandung bahan -bahan berbahaya.
Pemimpin BPOM Ri Taruna Ikrar mengatakan bahan -bahan berbahaya ini ditemukan ketika bahan -bahan berbahaya ini dihargai dan didominasi di seluruh Indonesia. BPOM melakukan inspeksi mendadak (inspeksi mendadak) dalam dua cara: pengambilan sampel acak atau pembelian acak dan intelijen, yaitu dua cara di daerah tanpa seragam resmi.
“Boron yang paling umum (termasuk), formalin, rhodamin B, metanil kuning,” kata Iger pada hari Selasa (3 Maret 2013) ketika ia bertemu di Pasar Takzil Hilil di Jakarta Tengah.
Peningkatan hasil apresiasi berisiko
BPOM telah melakukan tes mendadak sejak 24 Februari. Sampai minggu kedua Ramadhan, janji itu mengatakan ada peningkatan camilan berbahaya di beberapa daerah.
“Kami sudah memiliki temuan kami (yang mengandung zat berbahaya), tetapi kami belum disebut -sebut. Jakarta telah dengan jelas melihat beberapa daerah yang tumbuh di beberapa daerah,” katanya.
Igar menambahkan bahwa masyarakat bisa lebih tenang dengan terus memeriksa lapangan di bawah Ramadhan dan memilih Takjir untuk berbuka puasa.
“Hasilnya akan diumumkan pada 21 Maret, dan akan jelas bahwa jelas di mana kami menemukan dan mengambil tindakan,” kata Igrar.
Berikutnya: Sifat makanan yang mengandung bahan berbahaya
Tonton video “Video: BPOM dan Pusat Pemerintah Kota Jakarta Tengah Sidak Takjil Bonhil Center” (DPY/UP)