Jakarta –
Read More : 4 Fakta Suhu Dingin ‘Bediding’ di Tengah Kemarau, BMKG Buka Suara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan Darurat Kesehatan Masyarakat, atau PHEIC, untuk Mpox, atau cacar monyet, pada Rabu (14/8). Ini adalah kedua kalinya dalam dua tahun terakhir WHO menetapkan PEX sebagai darurat global, yang sebelumnya ditetapkan pada tahun 2022.
Pengakuan itu muncul setelah merebaknya infeksi virus di Republik Demokratik Kongo yang menyebar ke negara tetangga.
“Jelas diperlukan respons internasional yang terkoordinasi untuk menghentikan epidemi ini dan menyelamatkan nyawa,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip Reuters. katanya.
Wabah di Kongo dimulai dengan penyebaran strain endemik yang dikenal sebagai clade I. Namun tipe baru, kelas Ib, tampaknya menyebar lebih mudah melalui kontak dekat yang intens, termasuk kontak seksual. Penyebaran penyakit dari Kongo ke negara tetangga seperti Burundi, Kenya, Rwanda dan Uganda mendorong WHO mengambil tindakan.
Awal pekan ini, badan kesehatan masyarakat terkemuka di Afrika juga mengumumkan keadaan darurat MPEX di benua tersebut setelah memperingatkan bahwa infeksi virus menyebar pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Lebih dari 17.000 kasus dugaan Mpox dan 517 kematian telah dilaporkan di benua Afrika sepanjang tahun ini. Jumlah ini meningkat 160 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut angka dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC).
Sedangkan campak adalah infeksi virus yang terutama menyerang manusia dan hewan. Virus ini termasuk dalam kelompok virus yang termasuk dalam “genus Orthopoxvirus”. Virus ini biasanya menyebabkan penyakit, seperti cacar air, yang berupa ruam disertai benjolan atau lecet pada kulit. Benjolan ini sering kali berisi cairan atau nanah dan akhirnya mengeras dan sembuh.
Awalnya, penyakit ini disebut cacar monyet ketika pertama kali ditemukan pada monyet pada tahun 1958. Saat itu ada penangkaran monyet di Denmark. Kasus pada manusia pertama dilaporkan pada tahun 1970 pada seorang anak laki-laki berusia 9 bulan di Republik Demokratik Kongo.
Karena penyakit ini juga dapat menyerang ikan dan manusia, WHO merekomendasikan untuk memperbarui nama tersebut pada tahun 2022 menjadi “mpox” untuk mengurangi stigma dan asosiasi dengan monyet. Saksikan video “Refleksi WHO dalam Menetapkan Mpox sebagai Darurat Kesehatan Global” (suc/kna)