Jakarta –
Read More : 7 Fakta York, Kota Paling Ramah di Inggris yang Punya 500 Hantu Legendaris
Menstruasi merupakan bagian dari siklus alami wanita yang mencerminkan kesehatan reproduksi. Meski pola siklus menstruasi setiap wanita mungkin berbeda-beda, ada beberapa tanda menstruasi tidak normal yang sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Hal ini harus dilakukan untuk memastikan tidak timbul masalah reproduksi yang berbahaya. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Muhammad Fadli, SpOG menjelaskan, siklus merupakan salah satu indikator menstruasi yang tidak normal.
“Siklus haid biasanya 28 hari plus minus 7 hari. Jadi kalau kita haid tiap 21 hari, itu masih normal. Atau misalnya siklus yang cukup panjang, cukup panjang, biasanya siklusnya sampai 35 Hari itu bahkan 40 hari, “Kalau lebih dari 40 hari itu sudah tidak normal,” kata dr Fadli saat dihubungi detikcom, Senin (3/12/2024).
Dr Fadli mengatakan, siklus menstruasi yang tidak normal sebenarnya sangat mungkin terjadi, stres bisa menjadi salah satu faktornya. Namun jika kondisi ini terjadi selama 3 bulan berturut-turut, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Beberapa indikator lain yang perlu diperhatikan adalah durasi nyeri haid yang tidak normal. dr Fadli mengatakan, menstruasi yang normal biasanya berlangsung selama 3-7 hari. Selain itu, waspadai adanya benjolan di perut bagian bawah saat gangguan menstruasi.
Jika lama haid lebih dari 7 hari disertai nyeri atau bahkan terdeteksi adanya benjolan di perut bagian bawah, dr Fadl berpendapat perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Harusnya kram saat haid, rahim kram, tapi nyerinya jangan sampai mengganggu aktivitas atau perlu obat. Kalau perlu minum obat, periksa apakah ada kista coklat atau adenomiosis atau semacamnya,” ujarnya. Tonton video “Kementerian Kesehatan Minta Kesehatan Reproduksi Dimulai di Sekolah Menengah” (avk/naf)