Jakarta –
Read More : Fowler: Gelar Premier League Akan Tetap Spesial Banget buat Liverpool
Sentimen anti pariwisata telah menyebar ke berbagai tempat wisata di dunia. Kali ini Athena yang warganya menolak turis dengan coretan.
Ibu kota bersejarah Yunani ini banyak dicoret dengan grafiti oleh warga yang ingin turis pergi. ‘Turis pulang’, ‘Tidak ada turis, tidak ada hipster’ dan berbagai grafiti lainnya muncul di dinding.
Melansir Daily Star, Rabu (15/5/2024), ketegangan muncul setelah lonjakan harga properti yang sangat tinggi dan membuat warga sekitar frustrasi. Kenaikan harga disebabkan oleh menjamurnya properti Airbnb dan persewaan jangka pendek lainnya. Selain itu, kawanan wisatawan yang berkumpul di jalanan dikabarkan juga membuat keributan.
“Wisatawan, nikmati masa tinggal Anda di kuburan Eropa,” demikian bunyi salah satu grafiti yang menyoroti realitas Athena modern, di mana penduduk lokal terpaksa mengungsi karena meningkatnya biaya hidup.
Hal serupa juga terjadi di destinasi wisata populer di Spanyol, Ibiza. Sementara itu, bulan lalu warga setempat turun ke jalan memprotes banyaknya wisatawan.
“Saya pikir jawabannya adalah turun ke jalan dan memblokir segala sesuatunya dan tidak melakukan apa pun karena orang-orang akan kehilangan rumah mereka,” kata Ana Theodorakis, yang diusir dari rumahnya di Metaxourgio, Athena, kepada France24.
Pengembang lokal, Dimitri, juga melihat peningkatan sewa jangka pendek.
“80 persen lingkungan ini adalah Airbnb. Wisatawan yang datang ke sini ingin melihat budaya Yunani, jadi kalau tidak ada lagi orang Yunani di sini, wisatawan tidak akan mau datang,” ujarnya.
Yunani dikatakan sangat bergantung pada pariwisata. Sektor ini menyumbang seperlima PDB pada tahun 2022. Namun, di Yunani, lebih dari 40 persen pendapatan yang dapat dibelanjakan dihabiskan untuk perumahan. Ini merupakan jumlah terbesar di Eropa.
Selain itu, masalah perumahan juga dapat diamati, karena tujuh dari sepuluh orang Yunani yang berusia di bawah 34 tahun masih tinggal bersama orang tua mereka.
Jumlah liburan jangka pendek meningkat 500 persen dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Itu karena banyak pemilik rumah dan tuan tanah yang mencoba peruntungan dengan kereta wisatawan.
Menurut Asosiasi Perusahaan Pariwisata Yunani, tahun lalu negara itu menerima 33,4 juta wisatawan. Sekitar 6,7 juta di antaranya mendarat di Bandara Eleutherios Cenizelos di Athena.
Masalah pariwisata yang berlebihan di Athena bukanlah hal baru. Tahun lalu, kota ini masuk dalam daftar larangan wisata yang disusun oleh Foders. Sebuah publikasi dari Amerika Serikat mengklaim bahwa Athena mengalami erosi dan kerusakan akibat pariwisata yang tidak terkendali.
Tonton video “Langit Yunani berubah warna menjadi oranye akibat debu Gurun Sahara” (wkn/wkn)