Jakarta –
Read More : Kapten Jay Idzes Buka Suara Usai Venezia Kalah Lagi
Mikroplastik, partikel plastik kecil yang berdiameter kurang dari 5 milimeter, telah meresap ke dalam lautan, tanah, dan bahkan udara yang kita hirup. Dengan keberadaannya yang ada di mana-mana, mikroplastik telah menjadi masalah yang semakin besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Sebuah studi baru menemukan bahwa masyarakat Indonesia mengonsumsi 15 gram mikroplastik per bulan dibandingkan negara lain, dan sebagian besar partikel plastik tersebut berasal dari sumber air seperti makanan laut. Jumlah ini mewakili peningkatan konsumsi mikroplastik harian sebesar 59 kali lipat dari tahun 1990 hingga 2018.
Sebagai perbandingan, Amerika Serikat mengonsumsi sekitar 2,4 gram mikroplastik dari makanannya per bulan, sedangkan Paraguay memiliki angka terendah yaitu 0,85 gram.
“Peningkatan mikroplastik secara nasional merupakan indikator penting dari polusi plastik dan risiko kesehatan masyarakat,” kata Feng Yu, Roxanne E. dan Michael J. Feng Yu, profesor teknik sistem energi di Departemen Teknik Sistem Energi, yang menulis penelitian tersebut. . kata Zak.
“Pemetaan global yang komprehensif mendukung upaya pengurangan polusi lokal dengan meningkatkan pemantauan kualitas air dan daur ulang sampah yang efektif,” katanya.
“Dari tahun 1990 hingga 2018, asupan mikroplastik dalam makanan manusia meningkat di 109 negara berkembang dan industri besar, namun 1 mikroplastik mengurangi separuh tingkat pembuangan sampah sembarangan,” yang diterbitkan dalam Environmental Science & Technology pada 24 April 2024. studi berjudul Negara-negara dunia
Para peneliti mengumpulkan data konsentrasi mikroplastik pada subkelompok kelompok makanan utama seperti buah, sayuran, protein, biji-bijian, produk susu, minuman, gula, garam, dan rempah-rempah. Model ini juga menggunakan data berapa banyak makanan yang dikonsumsi di berbagai negara. Misalnya, konsumsi garam meja per kapita di Indonesia dan Amerika hampir sama, namun konsentrasi mikroplastik pada garam meja Indonesia 100 kali lebih tinggi.
Berikutnya: Dampak Menelan Mikroplastik
(kna/kna)