Sukabumi –

Read More : Kru Kapal Berpakaian Seperti Klan Rasis, Langsung Dibantah Kapal Pesiar

Virus di media sosial di Facebook, sebuah film yang mengklaim bahwa kuburan adalah teman terbaik Nabi, tetapi bin abi Talib, terletak di Cisolok, Sukabumi.

Dalam film film 1 26, yang merupakan virus media sosial Facebook, pencipta dengan puluhan ribu pengikut mengklaim bahwa gua itu berada di wilayah Cisolok, daur ulang daur ulang, adalah kuburan Alija bin Abi Taliba.

Film ini dikirim pada hari Minggu (16 Maret 2014) menunjukkan suasana gua dan memanggil lokasinya di Guh Naga, Cisolok Palabahranat. Film ini dikomentari ribuan orang dan membuat lebih dari puluhan ribu kali tersedia.

“Dan ini lebih dikenal sebagai Maku Sayidina Ali Bin Abi Talib Makom, tetapi tidak tahu bahwa kematiannya adalah yang pertama di Sukabumi di Indonesia, tetapi di sini,” kata pria yang terlihat pada hari Kamis (17 Maret 2017).

Dia juga menyebut gua sebagai tempat pertemuan untuk orang -orang kudus, termasuk Songo, Raden Suryakancana, Raja Siliwang, The Gabat yang menderita meskipun dan tanda -tanda spiritual lainnya.

Setelah mencari pencarian anak -anak, lokasi gua yang dimaksud diadakan di desa Cipanas, desa Cikahuripan, Kabupaten Cisolok County dan Sukabumi. Terletak di daerah berbukit, tepat di atas lokasi wisata air panas atau geyser cisolok. Klaim ditolak oleh para pemimpin masyarakat setempat

Permintaan itu diterima oleh penggulingan yang kuat dari pemimpin komunitas setempat, Zstaz Yusuf Supriadi, yang merupakan mantan kepala desa Cikahurisan. Dia mengatakan tidak ada fondasi historis atau spiritual, bahwa gua itu adalah tempat yang penting.

“Secara historis, tidak ada sejarah yang merupakan bentuk atau tempat mana pun. Hanya rekayasa orang yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah area Perhutani,” mulut Jusuf menjelaskan, Kamis (14.04.2025).

Dia menjelaskan bahwa gua itu sudah lama dikenal oleh penduduk desa Cipanas. Namun baru -baru ini mengembangkan narasi, yang menyebut tempat ini sebagai tempat spiritual, yang, seperti yang dia katakan, tidak benar.

“Gua adalah salah satu kursi di desa Cikhuripan. Status tanah adalah milik Perhutania, dan kemudian mengembangkan penduduk dari aliran dari Jakart Ahmad Fardiano Alias ​​Kimli,” katanya.

Menurut Yusuf, klaim bahwa Kimla menemukan gua sesuai dengan fakta. “Jika dia menemukannya saudaranya Nosille, itu tidak benar. Karena sebelum Kimly datang ke sini, kami yang pertama, kami sudah tahu tempat ini,” katanya.

Maaf atas klaim kepemilikan pribadi gua, yang semata -mata didasarkan pada dokumen pajak tanah reguler. “Ketika pemerintah dikendalikan oleh pemerintah oleh desa sebelumnya, dia mengaku milik seseorang yang secara paksa hanya sppt,” Yusuf menjelaskan.

Selain itu, Yusuf mengatakan bahwa gua tidak memiliki karakteristik spiritual atau historis. “Gua adalah manusia gua biasa, tidak menciptakan keunikan dan hanya dihasilkan secara alami. Berlebihan oleh orang -orang yang tidak mengerti, tetapi menerima pesan dan masalah bahwa tempat ini memiliki Caruss, Saint dan sebagainya,” katanya.

Dia juga menekankan tindakan keturunan yang mengklaim bahwa mereka adalah Muslim dan dekade ritual. Bahkan, bangunan yang mendukung dibangun di sekitar lokasi.

“Keturunan sering melakukan ritual, beberapa dekade untuk mendukung bangunan, karena mereka merasa telah dikuasai,” katanya.

“Ketika saudara laki -laki Kimla sakit dan tua, tindakan itu terus mengklaim memiliki karier. Pada waktunya, informasi yang merupakan makam Sayidine tetapi juga. Meskipun negara itu hilang” – tambah Yusuf.

Setelah munculnya permintaan yang salah, Yusuf berharap pemerintah pedesaan akan bertindak. “Jadi kami meminta kepala desa Cikahuripan, Jaro Midun, untuk menutup tempat dari kegiatan yang dianggap sebagai seks.” Katanya.

“Selain itu, sekarang klaim bahwa tempat itu adalah Maka Sayidina tetapi ini hanya tempat yang sederhana, bukan tempat yang belum mengunjungi penjaga agama atau pemimpin agama,” pungkasnya.

——–

Artikel ini meningkat di Detikjar. Periksa video “Video: Arkeolog menemukan makam lama, diperkirakan 5000 tahun” (WSW / WSW)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *