Jakarta –
Read More : Ngerinya Wabah ‘Cacar Monyet’ Mpox di Kongo, Picu 548 Kematian
Viral di media sosial Tak sedikit netizen yang kaget dengan kabar ini.
“Saya kaget, di RSCM banyak yang bocor. Bingung bagaimana cara memperbaikinya, itu di cuci darah,” tulisnya.
Masalah ini diakui oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ketua UKK Tumbuh Kembang Anak IDAI, Prof. Ph.D. Rini Sekartini, SpA(K), mengatakan saat ini banyak anak yang menderita penyakit ginjal.
Itu sebabnya RSCM penuh dengan anak-anak penderita penyakit ginjal dan ingin mereka menjalani cuci darah.
“Tapi di RSCM juga banyak anak-anak yang menderita gagal ginjal kronis. Anak-anak bisa terkena penyakit ginjal, dan ada juga yang menderita diabetes,” kata dr. Rini pada perayaan Hari Anak Nasional 2024 di Jakarta Pusat. , Selasa (23/7/2024).
Banyak netizen yang menyalahkan salah satu penyebab gangguan ginjal pada anak pada kontaminasi etilen glikol pada sirup yang membuat heboh di tahun 2023.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, kasus cairan pada anak menjadi penyebab gagal ginjal, namun hal tersebut sudah terjadi sejak lama. Ini karena mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).
Gagal ginjal (pada anak-anak) akibat sirup saat itu karena keracunan ED dan DEG. Ini normal, kata dr. Merica.
Saat ini IDAI menjadi penyebab utama pola hidup buruk pada anak, sehingga jumlah penderita diabetes, obesitas, dan gagal ginjal semakin meningkat. Seperti orang yang malas berolahraga, jarang minum air putih, dan lebih memilih minum air kemasan.
Dr Piprim menambahkan, IDAI meneliti generasi muda dan menemukan 1 dari 5 anak menderita hematuria dan proteinuria.
“Salah satu ahli nefrologi IDAI melakukan penelitian pada anak muda berusia 12-18 tahun. Diketahui 1 dari 5 anak muda terdiagnosis hematuria dan proteinuria. Jadi, ada darah dan protein di urin,” kata dr. Merica.
“Ini salah satu tanda awal kerusakan ginjal. Ini menunjukkan gaya hidup anak-anak kita yang berusia 12-18 tahun sangat mengkhawatirkan. Pola makan, pola gerak, pola tidur mereka sering terlambat, dan rasa malas yang berperan,” dia menyimpulkan.
Saksikan DetikPagi Live:
Tonton video “Hati-hati! Pasien cuci darah di Indonesia masih muda” (dpy/kna)