Jakarta –
Read More : Cuma Hari Ini! Beli Pakaian Pria Bermerek Murah Meriah di Transmart Full Day Sale
CEO Google Sundar Pichai akhirnya buka suara setelah drama panjang yang dialami raksasa teknologi itu di Amerika Serikat (AS). Perusahaan tersebut sebelumnya telah memecat 28 karyawannya menyusul protes massal di kantor regionalnya di Sunnyvale, California, dan New York.
Protes yang dilakukan karyawan Google melibatkan kontrak Google senilai $1,2 miliar dengan Israel di Sunnyvale dan New York. Dalam keterangannya, Pichai juga menjelaskan alasan dirinya segera diberhentikan dari perusahaan.
Pichai menekankan bahwa protes semacam ini tidak diperbolehkan di Google. Ia juga meminta para pekerja berpikir dua kali sebelum melanggar kebijakan perusahaan melalui aksi protes.
“Ini adalah bisnis dan ini bukan tempat untuk bertindak dengan cara yang membuat marah rekan kerja atau membuat mereka merasa tidak aman, mencoba menggunakan perusahaan sebagai platform pribadi atau untuk memperebutkan isu-isu kepentingan atau berdebat tentang politik,” katanya. . . , dilansir Business Insider, Selasa (23/4/2024).
Selain itu, tambah Pichai, karyawan memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa perusahaannya adalah penyedia informasi yang obyektif dan andal serta dapat melayani semua pengguna di seluruh dunia.
“Saat kami mulai bekerja, tujuan kami adalah mengatur informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses dan berguna secara universal,” kata Pichai.
“Itu menggantikan segalanya dan saya harap kita bertindak dengan pendekatan yang mencerminkan hal itu,” lanjutnya.
Selain catatan itu, dalam dokumen tersebut Pichai mengumumkan penggabungan tim Android dan perangkat keras Google, serta pembentukan tim Platform dan Perangkat untuk mengawasi produk Google, termasuk lini Pixel, Android, Chrome, dan Foto.
Raksasa teknologi ini juga mengkonsolidasikan tim yang berfokus pada pemodelan AI di Google Research dan DeepMind untuk meningkatkan kemampuan AI-nya.
Pichai menambahkan bahwa perubahan ini akan menyederhanakan pengembangan dengan menempatkan semua tim pemodelan AI di satu tempat dan memberikan ruang untuk penelitian yang lebih terfokus pada sistem komputasi dan sains di balik AI.
“Senang sekali melihat apa yang dicapai tim-tim ini dalam format baru mereka,” kata Pichai.
(shc/das)