Jakarta –
Read More : Berapa Lama Wanita Telat Haid Bisa Dinyatakan Hamil? Ketahui Ciri-cirinya
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang baru-baru ini membantah tudingan perundungan yang menyebabkan salah satu mahasiswanya yang memberontak hingga bunuh diri. Andip mengklaim, fasilitas tersebut sudah dinyatakan bebas perundungan sejak Agustus tahun lalu.
Meski begitu, Plt Direktur Komunikasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Termezi mengimbau banyak pejabat untuk tidak langsung mengambil kesimpulan. Selain itu, proses penyelidikan masih berlangsung.
“Kami tidak akan langsung mengambil kesimpulan, kami menunggu. Kami juga sudah berusaha memoderasi apa pun yang mungkin mengganggu proses penyidikan, jadi mohon menunggu dan bersabar,” kata dr Nadia dalam tayangan detikSore, Kamis ).
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan Bodi Gunadi Sadikin bahkan memberitakan adanya upaya “membungkam” para pemudanya terkait kejadian bunuh diri warga tersebut. Banyak anak muda yang tidak diperbolehkan berbicara banyak, katanya.
Oleh karena itu, dilakukan proses investigasi yang memastikan penutupan sementara PPDS Anestesi Undip. Tentu saja tujuannya bukan untuk mengganggu penyidikan.
“Kita lakukan sementara karena begitu kita mau memeriksa semua anak muda di sana, mereka diancam. Mereka tidak boleh bicara. Nah, menurutku itu bukan hal yang baik karena mereka masih berinteraksi di sana.’ Jadi kita suspend sementara,” kata Menteri Kesehatan kepada wartawan, Kamis (15 Agustus 2024).
“Hal ini untuk memastikan penyidikan ini dapat dilakukan dengan cepat, bersih dan transparan, tanpa intimidasi seperti yang terjadi saat ini,” ujarnya. Simak video “IDI pada Dokter Diduga Bunuh Diri: Pentingnya Kesehatan Jiwa pada Peserta PPDS” (naf/up)