Jakarta – Grup Prodia oleh tiga anak perusahaan PT Prodia vidiahusada TBK (Prodia / PRDA), PT Prodia Diagnosttic Line (Proline) dan PT Prodia Stemcell Indonesia masih mencari untuk menghasilkan ekosistem kesehatan holistik di Indonesia. Pada tahun 2024. Salah satunya akan mengembangkan aplikasi digital ‘di Prodia’ yang dilengkapi dengan operasi terbaru.

Read More : Siapa Pemilik MR DIY? Ini Sosoknya

Karakteristik Smart Report 2.0 termasuk dan rencana kesehatan dirancang untuk dipersonalisasi dan berdasarkan bukti pelanggan ilmiah. Pendiri dan Komisaris Predia Prodia, Andy Vidjaja, pemanasan adalah salah satu janji, karena PDA berada di bawah bursa saham pada tahun 2016.

“Di masa lalu, ketika kami berada di tahun 2016, saya mengatakan mereka ingin memberi selamat kepada obat generasi baru,” kata Andy kepada “Prodia dengan menghubungkan: wawasan dan jaringan” di Grand Mansion, Central Jakarta, pada hari Selasa (2 ) / 18/2025).

Aplikasi “Produk” memberikan kesehatan digital yang lebih baik. Diterbitkan sejak Maret 2023, platform ini telah menarik 1,4 juta unduhan.

Selain itu, Prodia juga memperoleh 39% perangkat medis diagnostik secara in vitro, dikenal luas di Indonesia, Prolin. Akuisisi ini semakin memperkuat hubungan dan sinergi antara kedua makhluk dalam mendukung ekosistem kesehatan Indonesia.

“PDA kemudian membeli kereta api, menggunakan uang untuk membeli mesin ini. Oleh karena itu kapasitasnya menjadi lebih besar,” kata Andy.

Sam Prolin memproduksi berbagai produk domestik produk medis (AKDS), termasuk reagen klinis bahan kimia, urin, produk molekuler, imunologi, instrumen, tes diagnostik cepat, serta juga instrumen IVD (diagnostik in vitro) dan komponen cadangan untuk IV memberikan solusi lengkap untuk kesehatan industri. Selain itu, hasil komponen prolin domestik (TKDN) adalah 40% sebagaimana didukung oleh visi pemerintah.

“Kualitas diuji dan keberadaannya dengan harga yang bermanfaat,” kata Andy.

Tidak hanya itu, setelah pembelian menggunakan prolin tulang belakang, prolin membangun pabrik lain di area 5,500m2 dan luas bangunan 9.690m2, yang akan meningkatkan kemampuan produksi tiga kali. Rencana itu, pabrik kedua yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat akan dibuka pada April 2025.

“Prolin juga dapat memberikan 4.80.000 dari 10.416 pushpons yang diharapkan untuk mematahkan kualitas layanan kesehatan,” jelas Andy.

Inovasi lain yang dikembangkan oleh Prodia Group provome. Pencetakan adalah laboratorium untuk menyimpan, memproses dan mengembangkan aplikasi klinis untuk sel induk (sel induk) dan metabolitnya.

“Dan kami bekerja dengan universitas, dan Brin (Badan Penelitian dan Inovasi Nasional) dimulai dengan pengembangan produk. Dan Protemi memiliki izin pemerintah (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia), sertifikat CPOB (bagaimana membuat obat -obatan / obat yang baik)) dari agensi POM dan ISO 9001: 2015) Asuransi Kualitas, “kata Andy.

Pada tahun 2024. Tahun, ia mengembangkan terapi sel untuk pengobatan yang sulit diobati. Andy berharap bahwa sinergi ini dapat mendukung pengembangan ekosistem dalam industri kesehatan domestik.

โ€œDengan sinergi ini, ia juga berfokus pada memperluas jaringan distribusi prolin, yang telah menetapkan beberapa kerja sama dengan rumah sakit, lembaga kesehatan dan lembaga terkait, serta dukungan untuk pengembangan terbaru dari teknologi industri kesehatan,โ€ dukungan terbaru Perkembangan teknologi dijelaskan.

Informasi, Peristiwa Prodia Connect: Wawasan dan Jaringan menanggung topik “Salam Kesehatan Masa Depan: Potensi untuk Perangkat Medis Industri, Obat -Obat Mengubah Obat dan Diagnostik Laboratorium di Indonesia”. Selain Andi, yang hadir sebagai sumber daya presiden presiden arah Devi arah lagi dan Protma Cinthia Road Sartik. Tonton video “Video: General Manager BPJS Health menolak masalah rekomendasi untuk hal -hal pertama” (PRF / EGO)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *