Jakarta –
Read More : Mpok Alpa Cerita Beratnya Hamil Anak Kembar di Usia 37 Tahun
TikTok menghilangkan sikap para influencer yang suka menjadi selebriti dan YouTuber kaya. Tidak semua, tapi ada pula yang seperti itu.
Vanessa, juga dikenal sebagai Simply Nessa, membagikan informasi ini dalam video TikTok dan videonya telah ditonton hampir satu juta kali.
Dalam video tersebut, ia berkata: “Jangan langsung percaya dengan apa yang Anda lihat di media sosial. Contohnya adalah seorang influencer muda yang tinggal di apartemen bertingkat tinggi, mengendarai Lamborghini, dan mengeluarkan koper bernilai ribuan dolar. influencer, dia bisa menceritakan sebuah kisah berdasarkan pengalamannya.
Kata Nessa, ada aktor beruntung yang mewarisi banyak kekayaan dari orang tuanya, namun itu hanya sebagian saja.
“Saya akan memberi tahu Anda bahwa 90% orang lainnya telah melihat video ‘video belanja $10.000’ dan saya telah memutarnya kembali,” kata Nessa.
Ia kerap melihat influencer menolak kartu karena limitnya tidak mencukupi. Bahkan ada pula yang mencoba membuka pinjaman baru untuk membeli tas baru.
“Saya yakin Anda pernah melihat gadis-gadis berkata, ‘Saya tidak memakai sesuatu lebih dari sekali karena ya, mereka mengembalikannya,'” jelasnya @imsimplynessa Jangan tertipu dengan apa yang Anda lihat online haha #fyp # influencer #fakeboujee #itwasallalieguysitwasallalie #fypage #storytime ♬ Sneaky Snitch – Kevin MacLeod
Sedangkan mobil mewah? Influencer yang tampak kaya menyewa mobil ini. Harga sewanya bisa mencapai USD 1.000 untuk media sosial yang fleksibel. Juga rumah atau apartemen mewah mereka.
“Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa seseorang yang gagal bayar pada kartu kredit dan kemudian membuka kartu baru untuk hidup di luar kemampuannya memiliki (nilai) kredit yang bagus? Tentu Anda bisa mendapatkan rumah dengan kredit (buruk), tetapi Anda memerlukan uang muka yang besar, “jelas Nesa.
“Apakah menurut Anda mereka akan mendapatkannya jika mereka memaksimalkan kartu kreditnya?” lanjutnya
Di akhir video, Nessa berpesan agar masyarakat tidak iri dengan kehidupan para influencer, karena kenyataan yang dihadirkan di dunia maya bisa berbeda. Beberapa dari mereka mungkin hidup dalam kesakitan. Lihat “Survei: 94 persen konsumen online dipengaruhi oleh influencer” (Qay/AFR)