Jakarta –

Read More : Raja Charles III Masuk RS usai Alami Efek Samping Pengobatan Kanker

Sebuah studi baru dari Finlandia menunjukkan bahwa orang kaya atau berpenghasilan tinggi lebih mungkin terkena kanker, terutama kanker payudara dan prostat. Temuan ini menantang keyakinan bahwa orang yang berjuang melawan kemiskinan memiliki risiko lebih besar terkena penyakit.

Untuk penelitian ini, data kesehatan genetik dan sosial ekonomi dari 280.000 orang dewasa di atas usia 35 tahun digunakan untuk menganalisis risiko 19 penyakit umum. Penelitian telah menemukan bahwa orang dengan pendidikan lebih tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan prostat.

Di sisi lain, orang dengan kecenderungan genetik rendah berisiko terkena rheumatoid arthritis, kanker paru-paru, depresi, dan diabetes tipe 2.

Penulis utama studi tersebut, Dr. Fiona Hagenbeck, mengatakan penelitiannya telah menunjukkan hubungan antara status sosial ekonomi, genetika dan risiko kanker, namun dia belum melakukan penelitian formal. Hagenbeck percaya bahwa orang-orang dengan kekayaan lebih besar memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik, termasuk pendidikan kesehatan yang lebih baik, dan kecil kemungkinannya untuk melakukan perilaku berisiko seperti merokok dan minum alkohol. Selain itu, usia juga menjadi salah satu faktornya.

“Insiden kanker yang lebih tinggi di antara orang-orang dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi mungkin menunjukkan bahwa orang-orang tersebut tidak meninggal karena sebab lain di usia yang lebih muda dan terserang kanker,” ujarnya dalam kutipan dari New York Post (12/1/2025).

“Keahlian juga merupakan kunci penyelidikan,” kata Profesor Jeong Ahn dari Perlmutter Cancer Center di New York. Semakin banyak penelitian dilakukan, semakin banyak kasus yang ditemukan.

“Ternyata semakin tinggi status sosial ekonomi Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk dites.”

Ahn menambahkan, dirinya tertarik untuk mereplikasi temuan tersebut di Amerika Serikat. American Cancer Society baru-baru ini memperkirakan bahwa lebih dari 310.000 wanita di Amerika Serikat akan didiagnosis menderita kanker payudara invasif pada tahun 2024, dan hampir 300.000 wanita akan didiagnosis menderita kanker prostat.

Sebuah studi baru yang dilakukan ACS menemukan bahwa banyak jenis kanker, termasuk puluhan ribu kanker payudara setiap tahunnya, dapat dicegah. Membatasi konsumsi alkohol dan menjaga berat badan yang sehat adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara, kata ahli bedah Sistem Kesehatan Mount Sinai, Dr. Elisa Port.

Skrining juga membantu mendeteksi kanker sejak dini, sehingga pengobatannya lebih mudah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merekomendasikan agar pria berusia 55-69 tahun mempertimbangkan pemeriksaan kanker prostat. Tonton video “Video: Saran dokter Anda tentang kapan waktu terbaik untuk menemukan kanker payudara” (at/top)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *