Jakarta –

Read More : Fujifilm Kebajiran Pesanan Kamera Digital

Honda juga terlibat dalam skandal mobil Jepang yang baru-baru ini terungkap. Setelah penyelidikan, diputuskan bahwa Honda telah melakukan penyimpangan selama pengujian kendaraan yang diperlukan untuk memberikan persetujuan jenis kendaraan.

Menurut siaran persnya, Honda telah diinstruksikan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata untuk melakukan penyelidikan atas dugaan praktik penipuan terkait permohonan persetujuan jenis kendaraan.

“Kami telah memastikan adanya penyalahgunaan pemeriksaan sertifikasi pada saat pengajuan persetujuan tipe mobil yang kami jual sebelumnya, dan kami melaporkannya ke kementerian pada 31 Mei,” tulis Honda dalam siaran persnya, Selasa. (04.06.2024).

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena telah menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan kami, mitra bisnis, dan banyak pemangku kepentingan lainnya,” lanjutnya.

Dalam hal ini, Honda mengaku menyimpang dari kondisi pengujian dan memasukkan data yang berbeda dari pengukuran sebenarnya dalam hasil pengujian. Honda melakukan penyimpangan dalam uji kebisingan dan performa mesin saat mengajukan permohonan persetujuan jenis kendaraan. Ini adalah mobil yang dibuat di masa lalu.

“Kami belum memastikan adanya penyalahgunaan dalam uji sertifikasi kendaraan yang saat ini dijual atau direncanakan akan dijual di masa depan,” kata Honda.

Ada tiga insiden dengan Honda. Pertama adalah kasus pengujian kebisingan yang tidak memadai. Dalam kasus ini, dua kasus terjadi selama uji kebisingan yang dilakukan antara bulan Februari 2009 dan Oktober 2017. Massa kendaraan uji melebihi batas legal. Jika berat kendaraan setelah pengujian, perubahan struktural, dll. perubahan, ada kemungkinan diperlukan pemeriksaan ulang.

Kedua, terdapat kasus yang tidak tepat saat menguji daya traktor terpasang (mesin bensin), daya maksimum motor listrik, dan daya pengenal. Satu insiden terjadi selama pengujian yang dilakukan antara Mei 2013 dan Juni 2015. Dalam hal ini nilai tenaga dan torsi dari hasil pengujian diubah dan dimasukkan dalam laporan pengujian.

Ketiga, ketidaktepatan uji kinerja motor starter (mesin bensin). Salah satu peristiwa terjadi selama uji performa mesin yang dilakukan antara April 2013 dan Januari 2015. Peraturan tersebut mengharuskan pengujian dilakukan dengan generator menyala. Namun, jika pengujian dilakukan tanpa generator berjalan, nilai numerik dihitung menggunakan nilai koreksi yang diperoleh dari pengujian mesin lain yang sejenis. Honda menilai nilai tersebut sama dengan hasil tes yang didapat saat genset Honda Indonesia menyala

Bagaimana dengan mobil Honda di Indonesia? Direktur Penjualan, Pemasaran, dan Layanan Pelanggan PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan pihaknya masih berkomunikasi dengan petinggi Honda di Jepang terkait kejadian tersebut.

Namun hingga saat ini seluruh aktivitas produksi dalam negeri dan pengiriman mobil Honda ke Indonesia masih berjalan normal, kata Billy kepada deťomkOto, Selasa (6/4/2024). Simak video “Honda Stylo 160 Full Test: Skuter Jepang Bercitarasa Eropa” (rgr/dry)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *