Jakarta –
Read More : Youtuber Mukbang Tzuyang Jalani Cek Kesehatan, Dokter Terkejut Lihat Hasilnya
Ahli gizi Michiko Tomioka, lahir di Jepang dan sekarang tinggal di AS, berbicara tentang pengaruh minuman matata terhadap kesehatan. Dalam sebagian besar kasus, warga negara Jepang telah terbukti mengalami peningkatan umur panjang.
“Matcha adalah minuman pertama saya setelah sekian lama dan saya meminumnya setiap hari,” kata Michiko kepada CNBC.
Michiko dibesarkan di Nara, Jepang, dikelilingi oleh ladang teh dan leci. Meski kemudian berkarier di Amerika, ia tetap sering membawa minuman ini karena mengingatkannya pada warisan budaya tradisional keluarganya.
“Saya masih rutin melakukan upacara minum teh chado tradisional Jepang, membuat teh hijau.”
“Bibi saya yang berusia 99 tahun, yang saya panggil Papa-san, dan bos saya yang berusia 98 tahun telah melakukan hal ini hampir sepanjang hidup mereka dan saya bahkan mewarisi beberapa panci dan wajan mereka.”
Michiko mengatakan Mata mengandung vitamin A, C dan K, serat dan protein serta nutrisi penting seperti asam amino l-theanine, yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, dan meningkatkan fungsi kognitif saat terjaga.
Polifenol seperti epigallocationchin gallate (EGCG) juga ditemukan dalam masker. Polifenol merupakan antioksidan yang terdapat pada tanaman yang dapat melawan penyakit dan peradangan.
“Penelitian juga menunjukkan bahwa tikar dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kesehatan usus,” jelasnya.
“Ada banyak cara untuk mengonsumsi matata, antara lain makanan penutup seperti cake, cookies, chia seed, dan mochi,” lanjutnya.
Namun, Michiko memilih memperlakukan kain tersebut sesuai dengan budayanya.
“Cara saya menyiapkan semangkuk mata setiap hari adalah dengan berdoa kepada leluhur dan semangkuk mata. Kemudian, saya menyiapkan mangkuk untuk diri saya dan anak saya sebelum dia menjalani terapi fisik. “Rutinitas Chado membuatku tenang.”
Untuk membuat gaya matcho: Rebus sekitar 2 ons air. Masukkan setengah cangkir air panas ke dalam mangkuk, lalu gunakan teko (ketel bambu) untuk mengaduk air beberapa kali lalu bersihkan mangkuk dengan kain bersih atau handuk kertas. Ukur dua gram bubuk matras hijau dengan chashaku (sendok bambu tradisional) dan letakkan di dasar mangkuk, tuangkan perlahan 60ml air panas ke atas bubuk dan nikmati aromanya.
“Di musim panas, terkadang saya memindahkan teh yang sudah diseduh ke dalam termos portabel dan menambahkan setengah cangkir es serut sebagai camilan dingin untuk dibawa pulang,” tambahnya. Tonton video “Cara menjaga kesehatan tulang dan sendi seiring bertambahnya usia” (naf/kna)