Manggarai Barat –

Read More : Viral Reaksi Kylian Mbappe Lihat Patung Lilin Dirinya

Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan kebijakan baru penerbangan drone di Taman Nasional Komodo yang mengharuskan biaya sebesar Rp 2 juta per hari.

Kenaikan tarif penerbangan drone di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo dinilai cukup tinggi. Buktinya, sejumlah wisatawan mengurungkan niatnya menggunakan drone seiring kenaikan harga dari Rp 1 juta per hari menjadi Rp 2 juta per hari.

“Banyak (wisatawan) yang membatalkan penawaran drone karena harganya terlalu mahal,” keluh Presiden APDI NTT Firmansyah, Rabu (11 Juni 2024).

Kenaikan tarif drone terbang sebesar 100 persen mulai berlaku pada Selasa (30 Oktober 2024). Kenaikan tersebut berkaitan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Menurut Firman, harga tiket menerbangkan drone di kawasan Taman Nasional Komodo hampir setara dengan biaya layanan dokumentasi aktivitas foto dan video drone selama satu hari.

“Standar harga minimum kami untuk dokumentasi perjalanan satu hari dan foto video drone adalah Rp 2,5 juta, sedangkan harga tiket drone adalah Rp 2 juta,” jelasnya.

APDI Regional NTT telah meminta peninjauan kembali kenaikan tarif penerbangan drone di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Kami berharap TN Komodo bisa mengkaji ulang harga tiket karena aturan terbaru menetapkan tarif tertinggi yang ditawarkan,” ujarnya.

——

Artikel ini dimuat di detikBali. Saksikan video “Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif nyatakan Taman Nasional Komodo ditutup sementara” (wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *