Handuk –

Read More : Romelu Lukaku Memang Paling Cocok sama Antonio Conte

Penyitaan kapal asing Ran Zheng 03 dari China merupakan salah satu keberhasilan Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Di balik kesuksesan ini terdapat teknologi keren yang menjadi kunci utama.

Pergerakan kapal illegal fishing tersebut terdeteksi pusat pengawasan Pangkalan PSDKP Maluku Tenggara Tual, pusat komando Area 3 yang berpusat di wilayah timur Indonesia. Semua data pergerakan kapal di Zona 3 dikonsolidasikan dalam ruang pemantauan pusat.

“Jika penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) dipastikan 100% (akurat) oleh radar satelit dan pesawat pengintai udara,” tulis Senior Officer Pusat Komando VMS KKP PSDKP Febrianto Wardhana Utama di PSDKP Tual, Maluku Tenggara, Rabu (5, ) / 6/ 2024).

Secara umum, sistem ini berperan besar dalam pencegahan dan deteksi dini pelanggaran dan aktivitas ilegal di badan air. Dalam hal ini, termasuk mendeteksi kapal yang tidak sah.

Febrianto menjelaskan, objek tersebut akan terdeteksi radar satelit. Data radar satelit akan di-overlay untuk mencocokkan data Vessel Monitoring System (VMS) atau Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP) dan data Automatic Identification System (AIS).

Jika terdeteksi adanya anomali, maka kapal tersebut menjadi sasaran operasional atau biasa disebut dengan kapal gelap. Prosesnya akan dilanjutkan dengan konfirmasi melalui patroli udara dan pengawasan udara.

Selain itu, jika terdeteksi pelanggaran atau aktivitas ilegal selama pemeriksaan, kapal pemantau terdekat akan bergerak untuk segera mengambil tindakan. Secara total, di Zona 3, Pusat Pemantauan Duval memiliki 65 petugas pemeriksa konservasi ikan, 1 pesawat patroli, dan 8 kapal pemantau.

“Pertama kami akan lapor ke operasional penerbangan untuk memastikan hasil overlay. Setelah A1, patroli udara akan memastikan apakah itu kapal ikan atau kapal ikan asing yang tidak berizin atau kapal ikan Indonesia yang tidak berizin. Dan urusan maritim kita,” ujarnya.

“Jadi kami menyebutnya ‘sistem pengawasan cerdas’. Jadi ini menggabungkan teknologi pengawasan berbasis satelit, pengawasan udara menggunakan pesawat, dan kapal patroli perikanan dan maritim kami,” lanjutnya di halaman berikutnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *