Jakarta –
Read More : Ini Sosok Alexander Sabar Plt Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi
Kecerdasan buatan (AI) menimbulkan kekhawatiran, terutama jika hal ini dapat menggantikan tenaga manusia di masa depan. Namun, masyarakat akan selalu memegang kendali.
Dengan landasan emosional dan etika, AI dapat terus dikembangkan secara efektif dan obyektif. Banyak aktivitas penting kehidupan manusia pasca berkembangnya teknologi baru di perusahaan memerlukan:
Pertama, Peneliti dan Ilmuwan Data. Peran peneliti dan ilmuwan data sangatlah penting, mereka adalah pendorong utama di balik penelitian dasar dan terapan yang membuat kemajuan AI. Mereka berkontribusi dalam menemukan algoritma baru dan meningkatkan teknik AI yang ada. Sedangkan data scientist bekerja menganalisis data, membangun model prediktif, dan menerapkan teknik pembelajaran mesin untuk memecahkan masalah dunia nyata.
Wakil Presiden, Insinyur dan Pengembang. Pengembang AI mengimplementasikan algoritma dan model AI ke dalam program komputer yang relevan. Selama ini, pengembang atau pengembang perangkat lunak bekerja sama dengan para insinyur untuk memastikan perangkat lunak yang dikembangkan berjalan dengan lancar.
Ketiga, Desainer dan Programmer. Ilmuwan komputer, insinyur, dan ilmuwan data memainkan peran penting dalam merancang dan mengimplementasikan sistem AI. Kami menulis kode, mengembangkan arsitektur jaringan saraf, dan memastikan sistem AI berjalan dengan lancar.
Selain ketiganya, masih banyak peran lain yang menentukan keberhasilan produk dan layanan digital seperti Programmer, AI Architect, AI Ethics and Regulation Specialist, hingga direktur bisnis nasional.
Selama puluhan tahun, Telkom telah diakui sebagai perusahaan terdepan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan jaringan seluler. Sejak empat tahun lalu, perusahaan pelat merah ini bertransformasi menjadi Perusahaan Telepon Digital yang mengembangkan beragam produk dan layanan digital dengan AI.
Selain itu, karena pesatnya perkembangan AI, Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan banyak solusi digital untuk mengatasi banyak tantangan yang muncul. Oleh karena itu, Telkom menawarkan solusi digital tersebut dalam tiga kelompok layanan utama, yakni koneksi digital, platform digital, dan layanan digital.
EVP Digital Business & Technology Telkom Komang Budi Aryasa mengatakan, Telkom telah menggunakan AI selama beberapa tahun terakhir dengan dua aplikasi besar.
โYang pertama adalah bagaimana memanfaatkan AI untuk meningkatkan customer experience di bisnis Telkom saat ini. Yang kedua adalah menyediakan layanan digital bertenaga AI seperti BigBox yang menyediakan big data dan rekomendasi AI yang dapat digunakan di semua perusahaan, terutama perusahaan pemerintah,โ katanya.
Terakhir, beliau mengatakan bahwa prospek pemerintahan digital dengan bidang AI bukan sekedar khayalan belaka. Upaya Telkom mendatangkan talenta digital untuk mendorong pertumbuhan teknologi AI adalah demi kemajuan negara. Tonton video “Sam Altman Mengatakan AI Berpotensi Mengganggu Sistem Jaminan Sosial” (agt/agt)