Jakarta –

Read More : RI Bisa Jadi Sasaran Tarif Impor AS, Mendag Antisipasi Hal Ini

Pemerintah berencana mengubah skema subsidi layanan KRL Jabodebek. Subsidi KRL akan berbasis NIK dan hanya masyarakat yang memenuhi syarat yang akan merasakan subsidi sesuai profil komunitas yang terlihat dari NIK.

Rencana itu terungkap dalam rancangan dokumen nota keuangan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2025.

Dokumen yang dilihat pada Rabu (28/8/2024) itu memuat beberapa perbaikan skema PSO Perkeretaapian. Salah satunya adalah penyempurnaan sistem e-ticketing KRL Jabodebek. Disebutkan, perbaikan akan dilakukan dengan penerapan e-ticketing berbasis NIK bagi pengguna KRL.

Kementerian Perhubungan (Kmenhub) mengumumkan rencana perubahan skema agar subsidi transportasi lebih tepat sasaran.

“Iya (skema subsidi berbasis NIK) bertujuan untuk memberikan subsidi yang tepat sasaran,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada detikcom saat dihubungi.

Adita mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan penerapan subsidi KRL berbasis NIK dengan PT KAI sebagai operatornya. Padahal, jika dilihat dari sistemnya, subsidi berbasis NIK sudah siap diterapkan, kata Adita.

“Sekarang kami sedang mempertimbangkan dan menerima KAI sebagai operator. Secara umum Kementerian Perhubungan bersedia melakukan hal tersebut, apalagi KAI sudah memiliki sistemnya,” jelas Adita.

Simak videonya: Penumpang KRL rayakan 100 hari eskalator di Stasiun Bekasi mati

(materi/das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *