Jakarta –

Read More : Kemenkes Malaysia Ungkap Temuan Kasus Dokter Bunuh Diri Diduga Korban Bullying

Suami dari Siti Badriah, Krisjiana Baharudin, baru-baru ini harus menjalani operasi pengangkatan batu empedu. Krisjiana mencurigai kebiasaannya mengonsumsi makanan yang mengandung tepung seperti seblak, siomay, dan mie.

“Saya terkena infeksi usus, dan ketika saya terkena infeksi usus, saya dilarang makan makanan yang bertepung. Setelah saya sembuh, saya tidak makan apa pun yang mengandung tepung,” kata Krisjiana seperti dikutip detikcom melalui akun TikToknya. Jumat (1/3/2025).

“Sebulan kemudian, saya mulai bandel. Saya makan mie, ramen, siomay, saya makan seblak, saya makan bakso, mungkin seminggu dua atau tiga kali,” lanjutnya.

Krisjiana juga mengatakan, dirinya mengalami gejala sakit perut yang parah. Bahkan setelah diperiksa, Krisjiana mengatakan amilase pankreasnya mencapai 205 U/L.

Lalu gangguan kesehatan apa saja yang bisa muncul jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung, apakah batu empedu salah satunya?

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi, SpPD mengatakan, seseorang harus menjaga batasan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung tepung. Pasalnya, risiko kesehatan yang terkait dengan pola makan tidak sehat cukup serius.

“Anda bisa terkena diabetes melitus (tipe 2), obesitas, pankreatitis akut, kolesterol tinggi, bahkan penyakit jantung,” kata Dr. Yunita saat dihubungi detikcom, Jumat (12 Maret 2024).

Gejala yang biasanya muncul jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan bertepung adalah kenaikan berat badan secara tiba-tiba, hipertensi, bahkan gula darah tinggi.

Salah satu organ yang bisa terkena masalah, lanjut dr. Itu adalah Yunita, pankreas. Sebab, makanan seperti seblak, siomay, dan bakso yang mengandung tepung bisa menyulitkan kerja pankreas.

“Batas aman amilase (enzim pankreas) 23-85 unit per liter (U/L), lipase 0-160 U/L. Tidak masalah tua atau muda, laki-laki atau perempuan,” ujarnya. .

Mengenai operasi pengangkatan batu empedu yang dilakukan Krisjiana, menurut dr. Yuniti, kondisi ini sebenarnya biasanya disebabkan oleh konsumsi lipid atau lemak yang berlebihan. Namun tepung juga berperan meski tidak terlalu signifikan.

Jadi faktor terbentuknya batu empedu itu banyak, yang utama lipid karena garam empedu memecah lipid. Tapi yang pasti tepung juga, ujarnya. Simak Video “Video: Krisjiana Baharudin Akui Jalani Operasi Pengangkatan Kantong Empedu” (dpy/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *