Jakarta –

Read More : UU PDP Sudah Berlaku, Pemerintah Masih Punya 2 PR Besar

Layanan logistik memegang peranan penting dalam tren belanja online yang akhir-akhir ini semakin populer di kalangan masyarakat. Perusahaan e-commerce di Indonesia pun berlomba-lomba menyediakan jasa pengiriman dari berbagai perusahaan ekspedisi atau pengiriman ekspres.

Tingginya permintaan jasa logistik dibuktikan dengan banyaknya kurir yang meneriakkan kata ‘paket’ kepada jutaan rumah tangga Indonesia setiap harinya. Namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa peran jasa kurir selama ini secara tidak langsung telah memenuhi kebutuhan dan keinginan banyak orang melalui belanja online di e-commerce.

Asosiasi Perusahaan Logistik Perdagangan Elektronik (APLE) pun menilai peran jasa logistik menjadi semakin penting belakangan ini. Berbagai diskon, seperti insentif promosi gratis ongkos kirim, memikat masyarakat untuk membeli. Tentu saja, ketersediaan gratis ongkos kirim di platform e-commerce menjadi hal nomor satu yang dicari orang saat berbelanja online.

“Dalam dunia e-commerce, banyak promosi dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan agar transaksi tetap berjalan. Sebab, standar performa platform adalah GMV (Gross Merchandise Value). Ketua Umum APLE Sonny Harsono melalui keterangan tertulis mengatakan, “transaksi akan terus berlanjut karena ada upaya aktif untuk menjaga volume dan pertumbuhan transaksi, salah satunya dengan menyediakan layanan pengiriman yang menarik dan terjangkau.” Keterangan, Minggu (16 Juni 2024).

Seperti diketahui, berbagai platform e-commerce seperti Shopee menggunakan strategi yang hampir sama untuk menggaet pengguna. Gratis ongkos kirim selalu dicari dan pengguna dapat memprediksi jasa kurir mana yang akan digunakan berdasarkan waktu pengiriman. Tidak ditentukan siapa perusahaan pengirim kampanyenya.

Saat kami melacak setiap barang, tidak ada satupun perusahaan e-commerce yang memasukkan nama perusahaan pengiriman (jasa logistik) di bagian penghitungan harga produk sebelum transaksi. Semua e-commerce hanya menampilkan layanan reguler, hari yang sama, mendesak, pengiriman barang, dan lainnya. Selain itu, layanan ini hanya menampilkan waktu kedatangan dan harga pengiriman produk.

Praktik ini juga dilakukan oleh raksasa e-commerce global seperti Amazon. Dapat dikatakan bahwa konsumen lebih tertarik pada kecepatan kedatangan produk dan biaya pengiriman yang dipercepat. Ini terjadi di toko.

Setelah pengguna memilih produk yang ingin dibeli, langkah selanjutnya adalah memilih layanan pengiriman sesuai layanannya. Dari yang tercepat hingga termurah/standar dimana konsumen bisa mendapatkan free ongkir alias gratis ongkos kirim.

Sementara itu, Sony berpendapat penyelidikan lebih lanjut diperlukan atas tuduhan monopoli yang baru-baru ini diajukan terhadap perusahaan e-commerce. Faktanya, seluruh pelaku e-commerce hanya menggunakan teknik pemasaran lintas promosi antara platformnya dengan jasa kurir terafiliasi.

Hampir semua platform e-commerce menyediakan ruang untuk layanan logistik lainnya. Dengan kata lain, pengguna dan konsumenlah yang pada akhirnya memilih jasa kurir yang paling cocok untuk mereka.

“Agar prinsip keadilan dan daya saing dalam industri digital dapat terus tumbuh dan berkembang, kita harus ingat bahwa bisnis e-commerce yang sifatnya sedikit berbeda dari bisnis tradisional pada umumnya dapat dijadikan sebagai andalan. ide. “Jangan sampai merugikan,” tutupnya.

(AKN/EGA)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *